Analisis terbaru dari Antje Praefcke, analis Commerzbank, menunjukkan EUR/USD diperkirakan tetap berada dalam kisaran sideways dalam beberapa hari ke depan. Banyak pertanyaan belum terjawab yang membuat pelaku pasar ragu menargetkan arah yang jelas. Kondisi ini menahan dorongan besar ke satu arah dan mendorong konsensus untuk menunggu konfirmasi kebijakan berikutnya.
Faktor utama yang membatasi arah pergerakan termasuk dinamika di Timur Tengah, ketidakpastian jalur kepemimpinan Federal Reserve, serta kemungkinan keterlambatan penunjukan Ketua Fed berikutnya. Sementara eskalasi baru bisa mendorong dolar lebih tinggi, tidak ada sinyal yang menandakan akhir konflik yang bisa memicu pelepasan dolar secara signifikan.
Menurut analisis Cetro Trading Insight, pendekatan tunggu dan lihat menjadi strategi paling masuk akal saat ini. Sambil menimbang semua faktor tersebut, ada bias kecil bahwa dolar bisa menguat jika tidak ada pembicaraan baru antara AS dan Iran yang dijadwalkan, menjaga ketidakpastian tetap tinggi. Dari sisi perdagangan, likuiditas EUR/USD diperkirakan tetap terjaga dalam kisaran saat ini hingga berita baru muncul.
\
Bagi trader, kondisi sideways menuntut pendekatan berbasis kisaran. Gunakan level support dan resistance sebagai kerangka masuk dan keluar, alih-alih mengejar arah yang belum jelas. Manajemen risiko menjadi kunci karena volatilitas cenderung rendah namun kejutan berita bisa memicu pergerakan mendadak.
Potensi katalis yang bisa menggerakkan EUR/USD meliputi wawasan kebijakan moneter AS, perkembangan situasi Timur Tengah, atau perubahan jadwal konfirmasi kepemimpinan di Federal Reserve. Jika muncul tanda-tanda eskalasi atau pernyataan kebijakan yang jelas, EUR/USD bisa melewati kisaran dan berpotensi mengarah ke tren baru.
Tekanan risk-reward juga perlu diperhatikan. Target profit maupun cut loss disarankan minimal 1:1.5 untuk menjaga keseimbangan risiko. Karena tidak ada sinyal kuat saat ini, rekomendasi utama adalah tetap netral hingga sinyal teknikal atau fundamental baru muncul, sambil menekankan bahwa sinyal aksi perdagangan tetap no jika tidak ada kejadian mendasar.