EUR/USD Melanjutkan Penurunan di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Ekspektasi Kebijakan Bank Sentral

EUR/USD Melanjutkan Penurunan di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Ekspektasi Kebijakan Bank Sentral

trading sekarang

EUR/USD melemah untuk hari ketiga berturut-turut karena dolar AS tetap didukung oleh ketegangan geopolitik yang meluas. Ketegangan terkait perang AS-Israel dengan Iran memperkuat permintaan terhadap defensif dolar, sehingga pasangan mata uang ini mendekati level 1.1529 dan turun sekitar 0.26% pada perdagangan hari ini.

Investors tetap menimbang jalannya kebijakan moneter AS yang masih ketat, dengan pasar memperkirakan Fed akan menahan suku bunga melalui 2026 karena risiko inflasi yang masih tinggi dan dinamika pasar tenaga kerja yang cenderung melemah. Narasi ini menjaga pandangan bahwa kebijakan moneter akan tetap restriktif sambil menunggu bukti ekonomi lebih lanjut.

Kondisi di zona euro juga berada di bawah tekanan. Ketergantungan pada impor energi membuat ECB rentan terhadap kenaikan harga minyak yang bisa membebani pertumbuhan dan belanja rumah tangga. Sinyal pasar menunjukkan pergeseran harga untuk dua kenaikan suku bunga di masa mendatang, menambah beban atas euro di tengah ketidakpastian kebijakan.

Ketegangan geopolitik di wilayah Teluk memperkuat premi risiko pada harga minyak global, karena Jalur Hormuz tetap terganggu dan penyelesaian damai masih jauh. Ketidakpastian ini mendorong tekanan inflasi di banyak ekonomi dan memperkuat tekanan bagi kebijakan moneter yang lebih ketat.

Harga energi yang lebih tinggi meningkatkan biaya produksi dan konsumsi rumah tangga, membuat para investor menilai arah kebijakan bank sentral menjadi lebih kompleks. Data ekonomi baru juga menunjukkan momentum ekonomi zona euro menurun, sementara tekanan inflasi tetap tinggi.

Para pengambil kebijakan ECB menegaskan keputusan akan bergantung pada data, dengan beberapa pejabat melihat kemungkinan kenaikan suku bunga di bulan April sebagai opsi jika data cukup kuat. Perkiraan pasar telah bergeser, menambah tekanan pada euro saat investor mempertimbangkan rencana kebijakan ke depan.

Bagi trader, volatilitas pasangan EUR/USD diperkirakan tetap tinggi karena kombinasinya antara kebijakan moneter AS dan Eropa serta dinamika harga energi. Ketidakpastian geopolitik menjaga arus risiko tetap tinggi dan bisa menambah fluktuasi harga di sepanjang sesi perdagangan.

Pasar telah menggambarkan kemungkinan dua kenaikan suku bunga di Eropa, sementara Federal Reserve diharapkan menahan kebijakan melalui 2026. Arah pasangan ini sangat bergantung pada data ekonomi yang dirilis dan perubahan sentimen risiko global.

Laporan analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami perubahan kunci dan mengelola risiko. Trader tetap disarankan untuk mengikuti rilis data utama, menerapkan rencana manajemen risiko, dan memantau level harga sebagai patokan dalam kerangka rasio risiko-imbalan minimal 1:1.5.

broker terbaik indonesia