EUR/USD berusaha menguat setelah dolar AS melemah secara luas. Pada sesi terakhir, pasangan mata uang utama itu diperdagangkan sekitar 1.1551, naik sekitar 0.75 persen untuk hari itu, meski tekanan turun bulan ini masih terlihat karena risiko geopolitik di Timur Tengah. Gerak ini mencerminkan pergeseran sentimen pasar menjelang data penting dan keputusan kebijakan yang akan datang.
Dolar indeks DXY turun mendekati 99.90 setelah sempat mencapai level 100.64, seiring perbaikan sentiment risiko. Publikasi laporan bahwa pihak berwenang Amerika Serikat sedang mempertimbangkan langkah deeskalasi geopolitik turut mendorong perbaikan sentimen. Respons pasar terhadap kemungkinan perubahan kebijakan Fed juga berkontribusi pada dinamika ini.
Namun kerentanan tetap ada karena serangan regional berlanjut dan faktor energi masih memainkan peran utama. Harga minyak yang lebih tinggi membawa tekanan terhadap ekonomi global dan meningkatkan volatilitas. Selain itu data inflasi zona euro menunjukkan tanda-tanda tekanan pada harga, sehingga kebijakan ECB tetap menjadi fokus pasar.
Inflasi zona euro terlihat menguat dengan angka HICP Harmonized naik 1.2 persen secara bulanan pada Maret, meningkat dari 0.6 persen bulan sebelumnya. Secara tahunan, laju inflasi naik menjadi 2.5 persen dari 1.9 persen. Angka ini memperkuat argumen bahwa ECB mungkin mempertimbangkan pengetatan kebijakan jika tekanan harga tetap tinggi.
Sementara inti HICP naik 0.8 persen bulanan, dengan laju tahunan menahan di 2.3 persen, meleset dari ekspektasi pasar. Data ini menambah dinamika bagi bank sentral dalam menilai kestabilan harga meski pasar melihat peluang dua langkah kenaikan suku bunga pada sisa tahun. Ketegangan geopolitik dan biaya energi menjadi variabel penentu tambahan.
Di luar Eropa, pasar menilai bahwa Federal Reserve cenderung menahan suku bunga sebagian besar 2026, setelah spekulasi pengetatan sebelumnya. Perdebatan kebijakan global memperlihatkan perbedaan tempo antara ECB dan Fed, dengan energi tinggi menambah risiko pada pertumbuhan. Pergerakan EURUSD tetap sensitif terhadap perubahan ekspektasi kebijakan dan perubahan harga minyak.
Berdasarkan dinamika tersebut, sinyal beli pada EURUSD dapat dipertimbangkan jika tren ini diperkukuh oleh pelemahan dolar lanjutan dan perbaikan sentimen risiko. Level pembukaan sekitar 1.1551 dapat dijadikan titik masuk dengan target di sekitar 1.1650 untuk menjaga potensi profit. Stop loss di 1.1510 membantu mengendalikan risiko sambil memberikan ruang bagi volatilitas.
Rencana ini memberikan risk reward lebih dari 1:1.5, terutama jika pergerakan harga diperdagangkan menuju level resistance sekitar 1.16–1.17. Trader disarankan memantau aksi harga setelah rilis data penting dan pernyataan bank sentral untuk menilai peluang pembalikan maupun kelanjutan tren. Manajemen posisi termasuk penyesuaian stop secara bertahap jika pasar bergerak sesuai harapan.
Selain itu, penting untuk memantau perubahan harga minyak dan perkembangan deeskalasi geopolitik karena faktor ini bisa memicu volatilitas tambahan. Batasi eksposur dan gunakan ukuran posisi yang sesuai dengan profil risiko. Dengan demikian alur trading berpotensi menguntungkan jika konstelasi kebijakan tetap mendukung penguatan EURUSD.