EUR/USD Menguat ke Hari Keempat Didukung Dolar Lemah Pasca Gencatan AS-Iran

EUR/USD Menguat ke Hari Keempat Didukung Dolar Lemah Pasca Gencatan AS-Iran

Signal EUR/USDBUY
Open1.168
TP1.175
SL1.164
trading sekarang

EUR/USD menguat ke sekitar 1.1676 pada saat penulisan, memanfaatkan kelemahan dolar AS setelah gencatan senjata AS-Iran. Sentimen pedagang didorong oleh harapan akan de-eskalasi regional meskipun ada keraguan mengenai kelangsungan perjanjian. Pasar menimbang risiko geopolitik sambil menunggu konfirmasi lebih lanjut dari kedua pihak.

Indeks Dolar AS (DXY) berada sekitar 98.93, tidak lagi mendekati level terendah sebulan meskipun pergerakan lebih lanjut terganjal oleh ketidakpastian. Banyak pelaku pasar menahan diri dari mengambil posisi besar pada dolar, menunggu data ekonomi berikutnya dan pernyataan kebijakan. Kondisi ini memberi euro peluang bertahan lebih kuat meski tidak ada lonjakan minat beli yang signifikan.

Bukti data AS menunjukkan campuran: inflasi inti PCE naik 0.4% secara bulanan, sementara pertumbuhan PDB Q4 direvisi turun menjadi 0.5%. Klaim pengangguran awal berada di 219 ribu, mengindikasikan disinflasi berjalan pelan namun masih di atas target 2%. Dalam konteks ini, pasar menimbang langkah kebijakan Federal Reserve yang kemungkinan akan tetap hold untuk sementara waktu.

Para analis memperkirakan CPI inti naik sekitar 0.9% MoM menjelang rilis data berikutnya, menambah volatilitas jangka pendek pada EURUSD. Sinyal ini menambah ketidakpastian bagi dolar AS, meskipun potensi de-eskalasi geopolitik memberi dukungan bagi euro. Secara umum, investor menimbang kebijakan moneter Fed terhadap dinamika inflasi dan pertumbuhan.

Keluaran data menunjukkan pertumbuhan ekonomi melambat meski inflasi menurun, sehingga Fed cenderung menahan pengetatan lebih lanjut. Kondisi ini menambah tekanan pada dolar dan memberi ruang bagi mata uang utama lain untuk mendapat sentimen positif. Pasar juga mencermati bagaimana data mendatang mempengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga di masa depan.

Dalam konteks ini, EURUSD diperdagangkan mendekati level saat ini, dengan pandangan jangka pendek didorong oleh dinamika dolar serta perkembangan kebijakan moneter. Catatan analitis dari Cetro Trading Insight menekankan bahwa perubahan kebijakan akan bergantung pada data mendatang dan gejolak geopolitik yang terjadi.

Faktor geopolitik tetap menjadi sumber volatilitas, dengan ketegangan di Timur Tengah dan komentar pejabat Iran yang menambah ketidakpastian. Meski ada gencatan senjata yang dipantau pasar, beberapa poin perjanjian dinilai telah dilanggar sehingga pedagang tetap waspada. Sentimen risk-on pada euro masih terbatas karena risiko regional yang mengemuka.

Pasar menunggu pembicaraan AS-Iran yang dijadwalkan berlangsung di Pakistan untuk menilai arah kebijakan dan dampaknya terhadap aliran modal global. Ancaman serangan lanjutan dan potensi eskalasi regional bisa menambah volatilitas pada EURUSD, terutama jika data ekonomi mendukung pandangan kenaikan euro. Investor juga memperhatikan pernyataan kebijakan bank sentral sebagai konfirmasi arah mata uang utama.

Secara teknis, pergerakan euro berada pada jalur rebound terbatas tanpa aksi beli besar. Pelaku pasar lebih fokus pada rilis data ekonomi dan komentar pejabat bank sentral untuk menentukan arahan jangka pendek. Analisis ini disajikan oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami konteks peluang trading.

broker terbaik indonesia