
Pergeseran sentimen pasar didorong oleh pelemahan dolar AS setelah kesepakatan antara AS dan Iran, yang menambah kelancaran jalur perdagangan di kawasan Hormuz. Di sisi lain, sinyal hawkish dari Bank Sentral Eropa memberikan dukungan tambahan bagi euro meskipun risiko kebijakan berimbang tetap ada. Perdagangan dolar yang melemah juga mempengaruhi pergerakan pasangan mata uang utama ini.
Para pelaku pasar menimbang pernyataan terkait sikap kebijakan moneter di masa depan. Ekspektasi kenaikan suku bunga di AS masih menjadi faktor pembatas bagi penguatan dolar, sehingga EUR/USD dapat rentan terhadap pembalikan jika dinamika kebijakan berubah. Secara umum, kemauan investor untuk mengambil risiko meningkat meski volatilitas tetap ada.
Dari sudut teknikal jangka pendek, pergerakan harga masih menunjukkan nada bearish meski ada upaya rebound. Harga tampak bertahan di bawah rata-rata pergerakan 200 periode pada grafik 4 jam, sementara indikator MACD berada di wilayah negatif dan RSI berada di sekitar 38. Kondisi ini menandakan tekanan ke bawah yang tetap relevan jika momentum tidak berubah.
Secara teknis, EUR/USD masih berada dalam kerangka bearish karena harga bergerak di bawah 200-SMA pada tf 4 jam. Momentum MACD negatif dan RSI yang rendah memperkuat peluang penurunan jangka pendek. Upaya pemulihan harga cenderung terbatas tanpa adanya konfirmasi teknikal yang kuat.
Area resisten yang menjadi tantangan bagi para pembeli berada sekitar 1.1575–1.1580, disusul level 1.1600 sebagai simpangan bulat. Sementara itu, 200-SMA di 1.1638 berfungsi sebagai hambatan penting yang perlu dilampaui oleh imej bullish untuk menegaskan perbalikan. Di sisi bawah, 1.1500 berperan sebagai garis support utama untuk arah negatif.
Penjagaan mengikuti pergerakan data ekonomi dan dinamika kebijakan moneter global. Jika EUR/USD menembus di bawah 1.1500, peluang pelemahan lebih lanjut akan meningkat. Sebaliknya, penembusan di atas 1.1638 bisa mengubah momentum menjadi fase koreksi yang lebih luas.
Rencana perdagangan berdasarkan analisis teknikal ini adalah posisi jual dengan entri sekitar 1.1525. Stop loss ditempatkan di atas level tersebut di sekitar 1.1560 untuk melindungi dari volatilitas yang tidak terduga. Target profit ditetapkan sekitar 1.1460 untuk menjaga keseimbangan antara risiko dan potensi keuntungan.
Jika kondisi pasar bergerak lebih lanjut, TP bisa diturunkan hingga 1.1450 atau 1.1400 asalkan penutupan harian menunjukkan akselerasi tekanan bearish. Investor perlu mempertimbangkan volatilitas pasar dan manajemen risiko karena pergerakan besar bisa terjadi sewaktu-waktu.
Catatan penting bahwa analisis ini disusun untuk tujuan pembelajaran dan referensi teknikal. Informasi ini bukan saran investasi. Cetro Trading Insight menyajikan analisis ini sebagai bagian dari pemantauan pasar forex dan bukan jaminan hasil.