
EUR/USD sedang menuju penurunan mingguan kedua berturut-turut setelah sempat menyentuh level terendah 13 bulan pada pertengahan pekan ini. Ketegangan di Timur Tengah serta ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang lebih hawkish mendukung dolar AS, sehingga pasangan ini terbebani tekanan jual. Menurut Cetro Trading Insight, meski data PCE AS yang dirilis Kamis lalu menunjukkan inflasi inti relatif terkontrol, pasar tetap fokus pada kemungkinan pengetatan kebijakan moneter.
Nilai tukar berayun di sekitar 1.1400 saat ini, setelah sempat menyentuh 1.1434 pada sesi Amerika. Narasi geopolitik antara AS dan Iran belum menghasilkan kesepakatan final meski ada Memorandum of Understanding 60 hari. Pasar juga menanggapi pernyataan Presiden AS yang menyebut serangan drone dan rencana biaya transit di Hormuz sebagai faktor risiko yang menjaga dolar tetap didorong.
Indeks DXY diperdagangkan di sekitar 101.26, mendekati puncak dua digit yang disentuh awal pekan. Sementara itu, pandangan pasar terhadap ECB masih campur aduk, dengan beberapa bank investasi memperkirakan satu kenaikan suku bunga berikutnya meski turun harga energi. Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar mendorong pandangan bahwa kebijakan AS tetap restriktif dan inflasi masih menjadi ancaman untuk pelonggaran suku bunga.
Analisa sinyal perdagangan menunjukkan peluang jual untuk EURUSD berdasarkan gambaran fundamental yang didorong oleh dolar yang tetap kuat dan ekspektasi Fed yang ketat. Level sekitar 1.1400/1.1434 menjadi zona penting yang menandai potensi pelantunan lanjut jika data inflasi AS tetap menunjukkan tekanan, serta pernyataan pejabat Federal Reserve yang menggarisbahi komitmen terhadap pengetatan lebih lanjut. Trader perlu memahami bahwa dinamika geopolitik dan penyesuaian kebijakan dapat memicu volatilitas tambahan.
Rencana trading disiapkan dengan open sekitar 1.1400, target profit 1.1280 dan stop loss 1.1480, memberikan rasio risiko/imbalan sekitar 1:1.5. Dengan demikian, skenario penurunan EURUSD relatif terpaut jika sentimen lebih lanjut mendukung dolar. Namun, jika volatilitas meningkat karena kejadian geopolitik atau data ekonomi yang mengejutkan, trader harus siap menyesuaikan level tersebut dan menerapkan manajemen risiko yang ketat.
Ketatnya status ekonomi zona euro dan kebijakan ECB juga dapat membatasi ruang pergerakan. Investor akan memperhatikan data inflasi dan komentar pejabat ECB untuk mengantisipasi langkah moneter berikutnya. Secara keseluruhan, rekomendasi fokus pada manajemen risiko, pemantauan berita, serta pemanfaatan peluang breakout jika ada pembalikan tren.