EUR/USD telah menunjukkan dukungan di sekitar 1.1450 setelah mengalami koreksi beruntun selama lima sesi. Pergerakan ini muncul ketika dolar AS melemah tipis, memungkinkan pasangan mata uang utama untuk mencoba rebound di sesi Asia. Analisis teknikal menunjukkan bahwa level 1.1450 berfungsi sebagai titik balik sementara bagi trader jangka pendek.
Kondisi ini memberi ruang bagi euro untuk menguji dekat 1.1475, sejalan dengan narasi bahwa dorongan positif berasal dari pelemahan dolar dan harapan stabilitas pasar. Investor menimbang faktor teknikal dengan cermat sambil memantau pergerakan harga minyak dan risiko geopolitik yang bisa memicu volatilitas selama sesi berikutnya.
WSJ melaporkan bahwa Presiden AS Trump siap mengakhiri konflik, menambah dinamika sentimen pasar meskipun sanksi minyak masih membatasi upside. Dalam konteks itu, fokus investor tertuju pada rilis data inflasi zona euro yang dapat menambah arah pergerakan pasangan itu kepada sisi yang lebih jelas.
Indeks dolar AS terlihat melemah ringan mendekati 100.40, menyisakan ruang bagi EUR untuk mencoba mengambil alih kendali arah. Pergerakan ini dipicu oleh ekspektasi bahwa tekanan inflasi di AS bisa mereda, sehingga kebijakan moneter Federal Reserve tetap terjaga pada jalurnya dalam jangka pendek.
Optimisme mengenai potensi berakhirnya perang di Timur Tengah memperberat sentimen risiko, yang cenderung menguntungkan mata uang terkait risiko seperti euro. Pasar juga terus memantau bagaimana kebijakan AS dan Eropa akan saling mempengaruhi, terutama terkait dengan harga minyak dan output energi global.
Investor menantikan data HICP flash zona euro untuk Maret yang diperkirakan menunjukkan kenaikan YoY sebesar 2.7 persen dibanding 1.9 persen sebelumnya. Jika angka keluar lebih kuat atau lebih lemah dari ekspektasi, reaksi pasar terhadap EURUSD bisa cukup signifikan dan mempengaruhi prospek kebijakan ECB.
Dari sisi teknikal, jika EUR/USD mampu bertahan di atas 1.1450 dan menembus 1.1475, peluang koreksi menuju 1.1520 menjadi lebih tinggi. Trader bisa memanfaatkan pergeseran ini dengan rencana entry long pada pembukaan sekitar 1.1475 sambil menempatkan stop loss di 1.1445 dan take profit di 1.1520 untuk menjaga rasio risiko-imbalan di atas 1:1.5.
Rencana ini menekankan pentingnya manajemen risiko, terutama karena volatilitas bisa meningkat menjelang rilis data makro. Trader dianjurkan memantau dinamika minyak dan risiko geopolitik yang bisa mengubah arah harga secara cepat.
Dalam laporan kami, Cetro Trading Insight menekankan bahwa sinyal ini bersifat untuk edukasi dan analisis pasar, bukan rekomendsi resmi. Kelola eksposur mata uang Anda dan pertimbangkan faktor likuiditas serta likuiditas pasar sebelum mengambil keputusan perdagangan.