EUR/USD rebound terjadi ketika dolar AS kehilangan momentum, memberi ruang bagi euro untuk pulih dari level rendah harian. Data PMI AS yang lebih kuat dari ekspektasi menambah dukungan terhadap pemulihan pasangan mata uang utama ini. Meski sentimen pasar tetap berhati-hati karena ketegangan antara AS dan Iran di Selat Hormuz, pergerakan harga lebih banyak dipengaruhi dinamika dolar.
Indikator PMI memperlihatkan perbaikan pada manufaktur dan layanan. PMI manufaktur berada di 54.0, memperlihatkan level tertinggi dalam beberapa tahun, sedangkan PMI jasa naik menjadi 51.3. Angka-angka tersebut menambah optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi AS meski tekanan politik terus ada.
Menurut laporan ini dari Cetro Trading Insight, pembalikan EUR/USD lebih banyak didorong pada pelemahan dolar daripada data ekonomi AS secara publik. Harga EURUSD dibuka pada sekitar 1.1714 setelah sempat menyentuh 1.1679. Pasar menantikan perkembangan konflik AS-Iran serta arah kebijakan moneter bank sentral utama sebagai penentu arah berikutnya.
Tensi antara AS dan Iran di Selat Hormuz menjaga sentimen pasar tetap waspada. Gap kaku di jalur pengangkutan energi utama berpotensi memicu gangguan pasokan. Pasar minyak berada di level yang lebih tinggi karena kekhawatiran terhadap pasokan, menambah tekanan pada inflasi global.
Harga minyak tetap terangkat karena gangguan pasokan dan ketidakpastian jalur perdagangan. Investor menilai bahwa bank sentral akan mempertahankan sikap kebijakan yang lebih ketat untuk jangka waktu lebih lama. Kondisi geopolitik terus menjadi faktor utama yang menentukan volatilitas harga minyak dan aset berisiko lainnya.
Dalam dinamika geopolitik ini, analis menilai respons kebijakan akan disesuaikan. Pernyataan pejabat di berbagai negara menunjukkan bahwa resolusi damai tidak segera terjadi, sehingga risiko eskalasi tetap menjadi fokus pasar. Lonjakan harga minyak menambah tekanan bagi bank sentral untuk menjaga kebijakan yang lebih tegas di jangka pendek.
Pasar memantau arah kebijakan moneter dengan fokus pada ECB dan Fed. Data PMI yang kuat menambah pandangan bahwa inflasi tetap menjadi prioritas, meskipun terdapat tanda pelemahan pada beberapa indikator. Pedagang menilai kemungkinan ECB menaikkan suku bunga lebih lanjut sementara Fed cenderung menahan terlebih dahulu, sehingga EURUSD mendapat dukungan dari pergeseran ekspektasi ini.
Faktor minyak yang berpengaruh meningkatkan risiko inflasi dan mempengaruhi pandangan kebijakan. Harga energi yang lebih tinggi menekankan perlunya kebijakan yang lebih ketat untuk menjaga stabilitas harga. Pasar memperkirakan bahwa kebijakan hawkish akan berlanjut di beberapa kuartal mendatang, meskipun data ekonomi bisa mengubah arah secara berkala.
Melihat ke depan, dinamika pasar tetap bergantung pada perkembangan di Timur Tengah dan data ekonomi AS. EURUSD diperkirakan tetap sensitif terhadap pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi global. Level masuk sekitar 1.1714 dengan target 1.1890 dan stop di 1.1630 dapat memenuhi rasio risiko-imbalan minimal 1:1.5 untuk trader yang mencari peluang lingkup makro.