EURUSD rebound terjadi setelah tekanan safe-haven berkurang akibat penundaan serangan terhadap Iran. Pasangan ini diperdagangkan sekitar 1.1623 pada saat penulisan, mendekati level tertinggi intraday, dan mencerminkan perubahan arus sentimen pasar yang lebih risk-on. Kondisi geopolitik yang berfluktuasi tetap menjadi fokus utama investor.
Kebijakan geopolitik tetap menjadi faktor utama yang menggerakkan likuiditas mata uang utama. Berbagai pernyataan dari pihak AS dan Iran menambah spekulasi tentang arah negosiasi energi dan potensi eskalasi. Meskipun ada jeda sementara, ketidakpastian di Selat Hormuz meningkatkan tekanan inflasi melalui harga energi dan volatilitas pasar.
Di tengah dinamika ini, ekuitas global dan imbal hasil obligasi menunjukkan risiko yang masih ada. Sentimen pasar cenderung membaik secara umum meski sinyal dari bank sentral berbeda-beda. Cetro Trading Insight menilai bahwa perubahan narasi geopolitik bisa menjaga pergerakan EURUSD dalam beberapa sesi mendatang.
Harga minyak mentah WTI turun sekitar 11% setelah berita deeskalasi, berada di sekitar $86.15 per barel pada waktu penulisan. Penurunan ini mengindikasikan respons pasar terhadap berita diplomatik yang menurunkan risiko, meskipun levelnya tetap relatif tinggi dibanding pra-konflik. Ketidakpastian pasokan energi tetap menjadi faktor penting bagi pergerakan harga.
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak mendekati level 99 setelah sempat menyentuh tertinggi intraday 100.15. Penurunan DXY mengindikasikan berkurangnya permintaan safe-haven dan mendukung penguatan EURUSD. Meski demikian, pasar tetap waspada terhadap risiko geopolitik yang bisa berubah cepat.
Ketidakpastian jalur negosiasi dan kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz membuat prospek energi tetap sensitif. Pasar menilai proyeksi ECB yang menaikkan suku bunga tahun ini, sementara proyeksi kebijakan Fed diperkirakan tidak mengalami pemotongan pada 2026. Perjanjian energi antara EU dan AS juga menjadi bahan pembahasan di berbagai forum ekonomi.
Bagaimana kebijakan moneter mempengaruhi EURUSD menjadi fokus utama. Ketika ECB diperkirakan menaikkan suku bunga, pergerakan aset berisiko di zona Eropa bisa mendapat dukungan. Sementara itu, pasar memperkirakan Fed akan mempertahankan posture hawkish, sehingga kebijakan pemotongan suku bunga pada 2026 diproyeksikan tidak terjadi.
Secara teknikal, pergerakan harga telah menembus beberapa level resistance dan momentum bullish bisa bertahan jika sentimen risiko tetap positif. Namun, manajemen risiko tetap krusial mengingat volatilitas geopolitik yang bisa melonjak kapan saja. Pelaku pasar disarankan memantau perkembangan diplomatik secara berkala dan menjaga disiplin trading.
Artikel ini menegaskan bahwa risiko geopolitik tetap dominan, namun dukungan dari sentimen risiko yang lebih kuat dan kebijakan ECB yang pro-kinerja dapat memicu kelanjutan rally EURUSD. Cetro Trading Insight merekomendasikan penempatan order dengan rasio risiko/imbalan minimal 1:1.5 dan memantau data rilis ekonomi serta perkembangan diplomatik secara berkala. Pelaku pasar juga didorong untuk menimbang manajemen risiko yang tepat dan tidak bergantung pada satu faktor saja.