Michael Pfister dari Commerzbank menilai EUR/USD sedang rebound karena harapan akan gencatan, namun ia meragukan perang akan selesai dengan cepat. Ia menekankan bahwa volatilitas tetap tinggi dan pasangan ini diperkirakan tetap berada di bawah level pra-perang untuk sementara waktu. Analisis ini menyoroti bagaimana dinamika geopolitik dan perubahan likuiditas global membentuk arah mata uang utama tersebut.
Bank tersebut memangkas proyeksi EUR/USD untuk Juni sebesar dua sen, tetapi tetap memperkirakan 1.18 setelah perang berakhir dan 1.22 baru tercapai pada September 2027. Klarifikasi ini mencerminkan perubahan sentimen pasar yang masih menimbang risiko geopolitik dan prospek pemulihan euro yang tertahan. Pelaku pasar perlu menimbang bahwa ketidakpastian regional berpotensi menjaga nilai euro tetap rapuh dalam jangka pendek.
Perkembangan terkait jeda serangan terhadap fasilitas energi Iran oleh AS telah membentuk opini pasar meski ada denials dari pihak Iran. Sisi AS secara berkala menegaskan adanya negosiasi berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mencapai solusi politik. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight, media analitik pasar terkemuka yang memantau dinamika valuta asing secara real time.
Di tengah optimisme sementara, risiko geopolitik tetap menjadi pendorong volatilitas utama bagi EUR/USD. Proyeksi bank yang lebih rendah pada Juni menggambarkan kehati-hatian karena investor menilai kemungkinan perubahan kebijakan dan dampak pertumbuhan eurozone. Meski ada rebound sesekali, arah umum tetap tertekan jika konflik berkepanjangan.
Para analis menekankan bahwa perang diperkirakan belum berakhir hingga akhir Mei, yang mendorong konsensus untuk menurunkan target Juni beberapa sen. Setelah perang berakhir, beberapa skenario memunculkan level sekitar 1.18, dengan potensi mencapai 1.22 kembali pada September tahun depan. Kondisi ini mencerminkan gambaran pemulihan euro yang terikat pada jalur akhir konflik dan dinamika pasar energi.
Selain faktor geopolitik, perubahan harga minyak dan progres negosiasi membentuk risiko arah bagi EUR/USD. Pergerakan harga minyak yang fluktuatif sering memicu respons likuiditas yang tajam di pasar valuta asing. Laporan ini menegaskan pentingnya pemantauan rencana kebijakan AS terhadap Iran serta pernyataan negara-negara terkait sebagai bagian dari manajemen risiko, sebuah analisis yang disampaikan secara rutin oleh Cetro Trading Insight.