EUR/USD Rebound Tipis di Tengah Inflasi AS yang Tinggi dan Harga Minyak Menguat

EUR/USD Rebound Tipis di Tengah Inflasi AS yang Tinggi dan Harga Minyak Menguat

Signal EUR/USDSELL
Open1.147
TP1.135
SL1.152
trading sekarang

EUR/USD rebound tipis setelah menyentuh level terendah tujuh bulan di sekitar 1.1433. Para pelaku pasar menimbang data AS terbaru dan dinamika imbal hasil. Pada saat penulisan, pasangan ini diperdagangkan di sekitar 1.1472, menandai pemulihan kecil meskipun tetap rapuh.

Secara teknikal, tekanan turun jangka pendek masih relevan jika sentimen tetap lemah. Investor memantau level support dekat 1.1400 dan resistance sekitar 1.1500 untuk mengukur peluang pelebaran. Volume transaksi relatif rendah menambah volatilitas yang menyulitkan prediksi jangka pendek.

Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight. Fokus utama pasar saat ini adalah bagaimana data makro dan dinamika energi memengaruhi arah pair. Pembaca perlu memahami bahwa pergerakan EURUSD sangat responsif terhadap berita inflasi, kebijakan suku bunga, dan risiko geopolitik.

Data PCE AS untuk Januari menunjukkan inflasi tetap tinggi dengan kenaikan 0.3% MoM, sesuai ekspektasi pasar. Pada basis tahunan, PCE Price Index meningkat 2.8%, sedikit di bawah perkiraan 2.9%. Angka-angka ini menandakan tekanan harga masih membandel dan berpotensi mendukung kebijakan moneter yang lebih restriktif.

Core PCE, indikator inflasi inti yang menjadi fokus Federal Reserve, naik 0.4% MoM, sejalan dengan ekspektasi pasar dan laju Desember. Secara tahunan, Core PCE mencapai 3.0% YoY, tidak berubah dari Desember dan berada di bawah proyeksi 3.1%. Data tersebut memperkuat pandangan bahwa inflasi inti tetap membandel.

Pertumbuhan ekonomi AS terlihat melambat lewat PDB kuartal IV yang direvisi menjadi 0.7% secara tahunan, lebih lemah dari perkiraan 1.4%. Pesanan barang tahan lama Januari turun 1.4%, setelah revisi sebelumnya. Pendapatan pribadi meningkat 0.4% MoM dan pengeluaran pribadi juga naik 0.4%, menunjukkan konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama.

Ketahanan Eropa, Energi, dan Prospek ECB

Selain itu, kehadiran harga minyak yang tetap tinggi menambah tekanan pada euro. Investor menilai bahwa ECB kemungkinan melanjutkan sikap pengetatan hingga Juli, meski risiko pasokan energi membatasi dampak positif bagi euro. Kondisi energi yang volatil menjaga risiko bagi pertumbuhan kawasan dan menambah beban bagi mata uang regional.

Dolar AS mempertahankan kekuatannya dengan DXY berada di sekitar level 100, tertinggi sejak November 2025. Narasi 'lebih lama lebih tinggi' untuk kebijakan Fed menjaga imbal hasil relatif menarik bagi investor global. Akibatnya, EUR/USD berisiko ada tekanan jika ketegangan geopolitik dan harga energi tetap mendominasi sentimen.

Walaupun ada optimisme terhadap ECB, dampak dari dinamika minyak dan inflasi mengajukan tantangan bagi euro ke depan. Pasar menilai risiko orientasi kebijakan AS yang lebih hawkish sebagai pendorong dolar dalam jangka pendek. Pembaca disarankan terus memantau rilis data ekonomi berikutnya untuk mengonfirmasi arah pasangan.

broker terbaik indonesia