EUR/USD tumbuh stabil di sekitar 1.1530 menjelang rilis keputusan kebijakan Fed. Pasar menaruh perhatian pada arah suku bunga dan bagaimana komentar pejabat The Fed dapat mempengaruhi sentimen risiko. Cetro Trading Insight menilai ketidakpastian geopolitik dan dinamika minyak sebagai pendorong utama pergerakan pasangan ini.
Investors memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3.50%-3.75% untuk Maret. Keputusan ini akan menjadi tanda kebijakan moneter yang lebih hati-hati di tengah sinyal perlambatan ekonomi global. Pelaku pasar juga menunggu panduan dari Ketua Fed Jerome Powell terkait dampak lonjakan harga minyak terhadap prospek kebijakan.
Nilai tukar dolar belum bergerak signifikan karena dolar AS terikat pada tren stabil. Pergerakan yang terbatas mencerminkan likuiditas pasar yang menanti kepastian kebijakan tanpa kejutan besar. Secara teknikal, level sekitar 1.1530 menjadi acuan bagi arah jangka pendek jika data ekonomi baru mengejutkan pasar.
ECB diperkirakan menahan suku bunga deposito di 2.0% pada pertemuan hari Kamis, sejalan dengan konsensus pasar. Keputusan ini menambah kepastian bagi pelaku pasar meskipun tekanan inflasi tetap tinggi. Gejolak harga minyak dan biaya energi menambah beban bagi kebijakan moneter euro.
Harga minyak yang terus meningkat menambah tantangan bagi ECB dalam menjaga stabilitas harga. Menjabat sebagai faktor utama, lonjakan energi mendorong inflasi ke tingkat yang menguji batas target bank sentral. Para analis menilai bahwa eskalasi geopolitik dapat mempercepat penilaian ulang terhadap jalur kebijakan.
Pasar mulai mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih awal dari perkiraan sebelumnya, bahkan bisa terjadi pada Juli. Peter Kazimir dari Dewan Gubernur ECB menyiratkan bahwa kebijakan bisa disesuaikan lebih cepat dari ekspektasi. Namun, ada juga pandangan yang menekankan perlunya bukti inflasi yang jelas sebelum perubahan besar.
Ketegangan di Timur Tengah dan eskalasi harga minyak meningkatkan tekanan pada ekspektasi kebijakan moneter global. Serangan dan respons regional memperburuk volatilitas pasar energi yang berimbas pada aset risiko. Dalam laporan redaksi, dinamika ini menjadi fokus utama bagi pelaku pasar yang mencari arah jangka menengah.
Langkah militer AS terhadap situs Iran dekat Selat Hormuz menambah risiko pasokan global dan memperkaya narasi kebijakan minyak. Amerika Serikat menegaskan bahwa langkah tersebut menargetkan ancaman terhadap rute perdagangan utama. Perkembangan ini memperkaya analisis kami di Cetro Trading Insight terkait potensi reli atau pelemahan pasangan mata uang utama.
Secara umum, pergerakan EUR/USD tetap terbatas karena dolar AS menunjukan stabilitas dan investor menahan arah hingga adanya sinyal lebih jelas dari bank sentral utama. Faktor teknikal menunjukkan bahwa pergerakan kembali di bawah 1.14 atau di atas 1.16 dapat mengalami reaksi kumulatif yang cukup besar jika ada berita krusial. Dengan demikian, fokus pasar adalah pada petunjuk kebijakan The Fed dan ECB serta dinamika harga energi yang mendasari sentimen risiko.