EUR/USD melemah menuju sekitar 1.1580 pada pembukaan sesi Eropa, seiring momentum bearish muncul pasca berita. Analisis lintas pasar menunjukkan peningkatan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe-haven ketika gejolak di kawasan Timur Tengah meningkat. Ketegangan regional menambah ketidakpastian bagi prospek moneter dan menimbang arah kebijakan ECB di masa mendatang.
Riset pasar menyoroti bahwa sentimen risiko lebih condong ke sisi negatif bagi euro. Dalam konteks ini, langkah ECB untuk menilai langkah kebijakan di hadapan volatilitas geopolitik menjadi fokus utama para trader. Para pelaku pasar menilai bahwa volatilitas bisa berlanjut hingga rilis data ekonomi utama.
Kenaikan imbas dolar sebagai aset aman meningkat, dan fokus beralih ke komentar pejabat Fed serta data ekonomi yang akan datang. Menurut tim riset Cetro Trading Insight, pergeseran aliran modal dapat mempengaruhi ekspektasi terhadap dua kali kenaikan suku bunga ECB pada 2026. Asosiasi analis juga menilai bahwa dinamika geopolitik memperkecil peluang peningkatan besar dalam waktu dekat.
ECB memutuskan untuk menahan suku bunga pada pertemuan terakhir, dengan alasan bahwa konflik regional meningkatkan tingkat ketidakpastian. Keputusan tersebut mencerminkan kehati-hatian bank sentral terhadap dampak gejolak global terhadap aktivitas ekonomi zona euro. Para analis melihat adanya kebutuhan untuk menilai risiko lebih lanjut sebelum menetapkan arah kebijakan di masa depan.
Para pelaku pasar juga menimbang proyeksi dua kenaikan masing-masing 25 basis poin pada April dan Juni, sejalan dengan ekspektasi institusi keuangan besar. Konsensus ini mempertegas bahwa langkah ECB akan bergantung pada data ekonomi dan perkembangan geopolitik. Perdebatan mengenai jalur kebijakan ECB meningkatkan volatilitas pasangan EURUSD menjelang rilis data utama.
Dalam kalender minggu ini, perhatian berfokus pada pembacaan PMI awal untuk Maret dari AS, zona euro, dan Jerman. Hasilnya diharapkan memberi petunjuk mengenai kekuatan ekonomi dan respons kebijakan. Sementara itu, para trader juga menanti komentar pejabat Federal Reserve untuk memahami sikap kebijakan moneter AS yang akan datang, karena sikap hawkish bisa memberi dukungan bagi dolar.