Analisis dari Cetro Trading Insight: EUR/USD kini tertahan di bawah level 1.1500, menandai salah satu kinerja bulanan terlemah. Data inflasi konsumsi zona euro untuk Maret menunjukkan tekanan harga tetap tinggi meski sedikit melesu, sehingga fokus pelaku pasar tertuju pada jalur kebijakan ECB. Ketidakpastian geopolitik juga memberikan dukungan pada dolar AS sebagai aset lindung nilai.
Inflasi Zona Euro untuk March tercatat 2.5% secara year-on-year, di bawah ekspektasi 2.7% namun tetap di atas target 2%. Pertumbuhan harga bulanan mencapai 1.2%, lebih tinggi dari 0.6% bulan Februari. Sinyal ini menunjukkan tekanan harga masih ada meski momentum moderat, sehingga bank sentral diprediksi tetap mempertimbangkan kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Core HICP 2.3% YoY di Maret juga menunjukkan tekanan inti tetap kuat meski ada sinyal pelonggaran. Respons pasar relatif terbatas karena data tidak mengubah pandangan bahwa ECB akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat—mungkin pada pertemuan April. Skenario ini menjaga volatilitas EUR/USD tetap tinggi, meski dolar berperan sebagai aset aman di tengah risiko global.
Presiden ECB Christine Lagarde menegaskan kesiapan bank sentral untuk menaikkan suku bunga jika tekanan inflasi Eurozona tidak mereda pada jangka pendek. Pijakan kebijakan 2% tetap menjadi fokus utama, dengan risiko inflasi yang masih rentan terhadap fluktuasi harga energi dan faktor geopolitik.
Reaksi pasar terhadap data inflasi relatif terbatas untuk euro, sementara permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman memberi dukungan tambahan bagi greenback. Pergerakan EUR/USD menunjukkan bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga ECB masih menjadi faktor utama, meski ketegangan geopolitik menjaga risiko apresiasi dolar.
Ketidakpastian terkait konflik di Timur Tengah turut membentuk dinamika energi dan harga komoditas lain, yang pada akhirnya mempengaruhi jalur inflasi dan keputusan kebijakan di tingkat Eurozone dan global.
Secara teknikal, EUR/USD terlihat mengkonsolidasikan diri di bawah 1.1500 dan berada mendekati level terendah dua minggu sekitar 1.1465. Momentum naik terlihat tipis karena data inflasi tidak menunjukkan perubahan radikal pada eksternal rata-rata, sehingga tekanan penurunan bisa berlanjut jika dukungan geopolitik bagi dolar kuat.
Untuk tujuan perdagangan, setup yang dipertimbangkan adalah posisi jual pada EURUSD dengan open di 1.1465. Target keuntungan (tp) di 1.1285 dan stop loss (sl) di 1.1520. Rasio risiko-imbalan sekitar lebih dari 1:3, menjaga keseimbangan antara peluang keuntungan dan batasan risiko.
Rekomendasi ini mempertahankan konsistensi analisis: jika harga bergerak sesuai rencana, profit bisa direalisasikan sementara jika bergerak melawan, stop loss melindungi modal. Perlu diingat bahwa dinamika pasar dapat berubah cepat, terutama terkait rilis data ekonomi utama dan perkembangan geopolitik yang bisa mengubah arah aliran uang global.