Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight. Fed diperkirakan akan mempertahankan kisaran suku bunga 3,50% hingga 3,75% pada pertemuan kebijakan bulan April, menandai kelanjutan kebijakan yang tidak berubah. Pasar juga memproyeksikan ECB akan mempertahankan tingkat utama tanpa perubahan pada pertemuan berikutnya.
EUR/USD melemah dan berada di sekitar 1,1715 pada awal sesi Asia, mencerminkan fokus pasar pada dinamika kebijakan bank sentral dan risiko geopolitik. Ketidakpastian mengenai potensi gencatan senjata di Timur Tengah mendorong dolar AS sebagai aset aman dibandingkan euro. Kondisi ini menyiratkan bahwa sentimen pasar lebih condong ke perlindungan modal jangka pendek di tengah ketidakpastian regional.
Para pelaku pasar menantikan konferensi pers Ketua Federal Reserve untuk mendapatkan petunjuk mengenai respons kebijakan terhadap risiko di depan. Di sisi lain, pasar juga menakar arah kebijakan ECB yang bisa menjalankan jalan hawkish hold, dengan pasar mengantisipasi dua kenaikan 25 basis poin pada sisa tahun ini. Goldman Sachs bahkan memproyeksikan dua kenaikan berturut-turut pada bulan Juni dan September, membawa suku bunga deposito ke 2,50% seiring pemulihan jalur kebijakan zona euro.
Laporan ini menoleh pada faktor geopolitik yang memberikan tekanan pada volatilitas pasar. Ketegangan di Timur Tengah, terutama terkait akses ke Selat Hormuz, meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset aman. Kondisi ini membuat EURUSD rentan melemah saat risiko geopolitik membayangi prospek ekonomi global.
Diplomasi di Pakistan mengindikasikan kemungkinan usulan baru dari Iran untuk mengakhiri konflik dalam beberapa hari mendatang dikutip CNN, menambah sorotan pada pasar mengenai dinamika Timur Tengah. Namun, Iran menegaskan tidak akan membuka jalur air utama Selat Hormuz selama sanksi AS tetap berjalan, menjaga ketidakpastian di wilayah tersebut. Sementara itu, fokus investor tetap tertuju pada sinyal kebijakan moneter AS dan zona euro yang dapat mempercepat volatilitas pasangan mata uang utama.
Seiring risiko geopolitik tetap tinggi, pasar mata uang cenderung menjaga harga di tengah perdebatan kebijakan bank sentral. Investor mencoba menimbang antara ekspektasi Federal Reserve yang cenderung menahan kebijakan dan prospek ECB, yang bisa menjalankan jalur hawkish hold. Meskipun arah jangka pendek belum pasti, peningkatan volatilitas bisa berlanjut jika perkembangan Timur Tengah memunculkan kejutan baru.
Analisis teknis menunjukkan EURUSD telah turun ke sekitar 1,1715 di awal sesi Asia, menandai tekanan jual jangka pendek. Pergerakan ini mengindikasikan bahwa momentum minggu ini cenderung mendukung lanjutan pelemahan jika faktor kebijakan tetap mendominasi berita. Investor juga memperhatikan konfirmasi dari data ekonomi dan komentar pejabat bank sentral untuk mengarahkan langkah berikutnya.
Rencana perdagangan yang diusulkan adalah posisi jual dengan open 1,1715, target profit 1,1600, dan stop loss 1,1890. Rasio risiko-imbalan sekitar 1,5:1 memenuhi standar manajemen risiko untuk eksposure jangka pendek. Perdagangan ini bergantung pada momentum pasar yang dipicu oleh potensi perubahan kebijakan Fed maupun ECB dalam beberapa rilis data mendatang.
Manajemen risiko menekankan pentingnya konfirmasi dari faktor fundamental dengan data ekonomi dan pernyataan pejabat kebijakan. Jika harga menembus 1,1890 ke atas, posisi jual perlu dievaluasi ulang. Sebaliknya, jika harga turun menembus 1,1600, target profit bisa tercapai. Pedagang disarankan menjaga ukuran posisi sesuai toleransi risiko dan terus mengikuti rilis data ekonomi utama serta komentar pejabat bank sentral untuk memperbarui arah perdagangan.