EUR/USD Tertekan di Tengah Lonjakan Harga Minyak Akibat Ketegangan Geopolitik

EUR/USD Tertekan di Tengah Lonjakan Harga Minyak Akibat Ketegangan Geopolitik

Signal EUR/USDSELL
Open1.168
TP1.164
SL1.174
trading sekarang

EUR/USD gagal menguat meski pasar fiskal bereaksi terhadap dinamika global, dengan kisaran sekitar 1.1680 pada sesi Asia. Lonjakan harga minyak terjadi setelah eskalasi konflik regional antara AS dan sekutu dengan Iran, termasuk ancaman terhadap Selat Hormuz yang menghubungkan sekitar seperlima minyak mentah dunia. Dampak geopolitik ini memperbesar risiko inflasi di wilayah Eropa dan menjaga tekanan pada pasangan mata uang utama itu. Laporan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight.

Para pelaku pasar menilai bahwa risiko geopolitik menambah volatilitas jangka pendek, sehingga investor lebih berhati-hati dalam mengaitkan pergerakan EURUSD pada data ekonomi. Katalis seperti ketegangan di Timur Tengah seringkali mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman, meski pertumbuhan ekonomi zona euro tetap menjadi faktor penentu lebih lanjut.

Dalam konteks kebijakan, pidato Presiden ECB Christine Lagarde menegaskan sikap yang pro data dan fokus pada kestabilan inflasi menuju target 2% dalam jangka menengah. Menjaga jalur kebijakan tetap data dependent memberi ruang bagi pasar untuk menilai respons pelaku kebijakan terhadap dinamika harga minyak dan laju inflasi.

Pergerakan EUR/USD cenderung datar di sekitar 1.1680 karena para trader menantikan pembacaan Harmonized Index of Consumer Prices HICP zona euro untuk Februari. Data yang diperkirakan menunjukkan inflasi utama dan inti naik pada laju yang stabil, sekitar 1.7% dan 2.2% YoY, meski faktor global tetap membayangi mood pasar.

Pelaku pasar menunggu rilis data HICP sebagai sinyal petinggi kebijakan tentang arah kebijakan moneter. Ekspektasi inflasi yang moderat dapat membantu menjaga sentimen defensif terhadap euro, sementara dinamika biaya energi tetap menjadi risiko penting bagi laju harga konsumen di kawasan tersebut.

Dalam peluang kebijakan, komentar Lagarde pekan ini menegaskan pendekatan berbasis data dengan harapan inflasi kembali ke sasaran. Nada terhadap pelonggaran agresif juga menegaskan preferensi untuk menilai data terlebih dahulu sebelum perubahan kebijakan terlihat.

Ketegangan geopolitik memberi dukungan bagi dolar AS sebagai aset safe haven, dengan indeks dolar DXY berjuang mempertahankan beberapa gain di sekitar 98.5 pada saat penulisan. Ketidakpastian regional meningkatkan permintaan terhadap dolar ketika risiko keuangan global meningkat.

Di sisi domestik, dinamika minyak yang lebih tinggi berpotensi mendorong inflasi di Amerika Serikat, memungkinkan Fed untuk mempertahankan suku bunga mengalami penahanan dalam jangka pendek. Keputusan untuk menahan suku bunga mencerminkan fokus pada data yang akan menentukan langkah kebijakan berikutnya.

Secara keseluruhan, arah EURUSD tetap rentan terhadap perubahan sentimen risiko dan data inflasi, meskipun kebijakan bank sentral menahan dinamika pasar. Para trader disarankan mengikuti progres data yang dirilis dan pernyataan pejabat bank sentral untuk memperbaharui toleransi risiko.

broker terbaik indonesia