EUR/USD tertekan setelah berita serangan baru Israel terhadap Teheran. Pasangan mata uang itu turun karena investor beralih ke dolar sebagai aset safe-haven. Menurut laporan, imbas risiko geopolitik mendorong permintaan terhadap USD dan mengurangi minat terhadap euro. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk menjelaskan dinamika pasar saat ini.
EUR/USD menguji sekitar 1.1590 pada sesi Asia selepas kenaikan moderat pada sesi sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap ketegangan regional yang berpotensi memperlambat aktivitas global. Sinyal teknikal juga menunjukkan tekanan pada euro karena ekspektasi risiko yang lebih tinggi.
Para pemangku kebijakan terus menggelar pernyataan bertentangan tentang kemungkinan dialog dengan Washington. Sementara ada isyarat pause dalam serangan energi dari Trump, pandangan otoritas Iran tetap skeptis. Proyeksi risiko geopolitik yang meningkat memicu volatilitas kurs utama.
Harga minyak yang lebih tinggi menambah kekhawatiran inflasi dan memperkuat sikap hawkish ECB. Bank sentral Eropa menyatakan bahwa outlook yang tidak pasti terkait konflik Iran tetap menjadi faktor utama. Meski ECB tidak menaikkan suku bunga pada pertemuan terakhir, pasar menilai risiko yang lebih tinggi terhadap harga dan pertumbuhan.
Mary Daly dari Federal Reserve San Francisco mengatakan langkah kebijakan berikutnya akan bergantung pada bagaimana konflik ini berkembang. Ia menekankan bahwa bank sentral perlu melihat melalui lonjakan minyak sementara jika kenaikan itu tidak bertahan. Pendapat ini menambah tinjauan terhadap arah suku bunga AS dalam jangka pendek.
Para pembuat kebijakan di EU menekankan bahwa inflasi cenderung menanjak sementara pertumbuhan melambat, sehingga pasar menyiapkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut di tahun ini. Komunikasi hawkish dari beberapa pejabat dapat memberikan dukungan bagi euro jika sinyal kebijakan lebih jelas. Secara keseluruhan, dinamika kebijakan moneter menjadi pendorong utama gerak EUR/USD.
Secara teknikal, EUR/USD menunjukkan pembalikan arah yang menambah tekanan pada euro seiring penguatan dolar. Investor menetapkan fokus pada level 1.1590 sebagai patokan sementara dalam perdagangan sesi Asia. Kondisi geopolitik menambah volatilitas, sehingga pelaku pasar perlu menjaga risiko.
Analisis fundamental menggarisbawahi bahwa faktor-faktor inflasi dan proyeksi suku bunga lebih mungkin menambah volatilitas kurva, bukan menahan penurunan EUR/USD. Ketidakpastian mengenai dialog dengan Washington memperpanjang sentimen risk-off. Nilai euro bisa mengalami tekanan lebih lanjut jika konflik regional tidak mereda.
Strategi perdagangan yang direkomendasikan adalah posisi jual EURUSD dengan target 1.1425 dan stop loss 1.1700, memberikan risk-reward minimal 1:1.5. Open price diasumsikan sekitar 1.1590 sesuai catatan pasar. Level yang lebih rendah dapat dicapai jika tekanan geopolitik berlanjut, sementara pergerakan di atas 1.1700 bisa membatalkan rekomendasi.