
EUR/USD turun untuk hari kedua seiring data inflasi AS lebih tinggi dari ekspektasi dan imbal hasil Treasuri yang naik. Pasar menilai bahwa kebijakan Federal Reserve tetap ketat untuk sementara waktu. Harga diperdagangkan sekitar 1.1710 pada saat laporan ini ditulis, menunjukkan tekanan kelanjutan pada pasangan mata uang utama tersebut.
Faktor-faktor ini memperkuat daya tarik dolar AS di pasar valuta asing dan mendorong volatilitas. Kebijakan ECB tetap menjadi fokus, meski kenaikan harga energi mengaburkan prospek ekonomi Zona Euro. Investor juga menimbang dinamika geopolitik yang dapat memicu lagi pergerakan besar di pasar energi.
Indeks harga produsen AS (PPI) April menunjukkan tekanan inflasi yang lebih kuat dari perkiraan, menambah kekhawatiran bahwa laju inflasi tidak akan melunak dalam waktu dekat. DXY bergerak di sekitar level 98.50, mendekati tertinggi baru dalam beberapa sesi. Secara teknikal, pergerakan EUR/USD menunjukkan peluang bagi penilai pasar untuk mencari konfirmasi arah berikutnya.
Rilis CPI dan PPI AS yang lebih tinggi dari ekspektasi memperkuat kasus untuk kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve. Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga di masa depan meskipun jeda awal dipertimbangkan. Tekanan inflasi tetap menjadi faktor utama yang mendalamkan permintaan terhadap dolar.
Di pihak Zona Euro, euro tertekan meski ada spekulasi kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 basis poin pada Juni. Lonjakan harga energi global menjadi hambatan utama bagi pemulihan pertumbuhan di wilayah tersebut. Sinyal hawkish ECB belum cukup mengimbangi risiko energi yang membatasi daya dorong euro.
Ketidakpastian geopolitik di wilayah Timur Tengah turut menambah volatilitas pasar energi dan inflasi global. Imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi mengundang aliran dana ke aset berisiko lebih rendah. Pelaku pasar menyesuaikan ekspektasi mereka terhadap jalur kebijakan bank sentral utama sesuai data terbaru.
Berdasarkan gambaran fundamental, EUR/USD tampak siap untuk melanjutkan tekanan jual jika data inflasi tetap kuat dan harga energi tetap tinggi. Target jangka pendek berada di sekitar 1.1600, dengan peluang jika tekanan cost of living tidak mereda. Trader perlu memantau rilis data lanjut yang bisa mengubah arah pasangan.
Secara teknikal, pergerakan saat ini memberi peluang untuk penjualan dengan stop loss di atas open guna melindungi dari lonjakan tak terduga. Riset pasar menunjukkan volatilitas masih tinggi, sehingga ukuran posisi perlu disesuaikan dengan profil risiko. Trader disarankan mengikuti dinamika berita ekonomi global secara seksama.
Sinyal trading berdasarkan analisis ini adalah sell dengan open 1.1710, tp 1.1600, sl 1.1780, memberikan rasio risiko/imbalan sekitar 1.57:1. Sesuaikan ukuran posisi dengan manajemen risiko dan tujuan laba Anda. Untuk pembaca Cetro Trading Insight, fokus utama tetap pada inflasi AS dan kebijakan Fed sebagai pendorong utama pergerakan pasar.