
Pasangan EURGBP masih tergerak oleh dinamika geopolitik dan volatilitas global yang sedang meningkat. Ketegangan di wilayah Timur Tengah memicu kekhawatiran atas gangguan pasokan energi serta dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi zona euro dan risiko pasar. Laporan dari Cetro Trading Insight menekankan bahwa risiko geopolitik menambah premi bagi mata uang berisiko dan meningkatkan kisaran pergerakan pasangan ini.
Selain itu ada laporan mengenai insiden di Fujairah terkait serangan drone yang dikaitkan dengan Iran, dan klaim mengenai peluncuran misil di perairan dekat Jask. Meskipun demikian, sumber resmi menyatakan tidak ada kapal AS yang terkena dampak. Peristiwa ini memperkuat fokus pasar pada aliran minyak melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur vital bagi pasokan global.
Rantai faktor energi yang rentan ini membuat euro lebih rentan dibanding mata uang lainnya, sementara pound cenderung melindungi diri karena diversifikasi dampak energi dan perbedaan struktur pasokan energi. Investor juga memperhatikan dinamika perbedaan suku bunga yang akan memengaruhi arah pasangan mata uang ini dalam beberapa minggu ke depan.
Para pelaku pasar menilai bahwa perbedaan suku bunga antara Bank of England dan European Central Bank dapat melebar lebih lanjut jika tekanan inflasi tetap tinggi. Ekspektasi awal menunjukkan adanya dua kali kenaikan suku bunga pada kedua bank, namun jalur kebijakan akan sangat bergantung pada data inflasi dan dinamika harga energi. Sentimen ini memberi arah bagi EURGBP yang berpotensi mengalami tekanan jika euro tetap lebih lemah.
Inflasi yang lebih kuat di zona euro dibanding target menunjukkan ruang bagi ECB untuk bersikap hati-hati, sementara BoE cenderung menilai tekanan harga lokal lebih besar. Konsensus pasar melihat risiko geopolitik dan biaya energi meningkatkan tekanan pada defisit pertumbuhan, sehingga langkah kebijakan bisa menjadi kunci pergerakan pasangan ini. Pada akhirnya, perbedaan kebijakan akan membentuk jalur bagi EURGBP dalam beberapa kuartal mendatang.
Dalam konteks ini, para analis menilai peluang bahwa sentimen pasar akan menimbang dua skenario utama: memperlambat pengetatan di zona euro atau mempercepat pengetatan di Inggris jika tekanan inflasi meningkat. Hasil data inflasi yang masuk dapat menentukan arah jangka pendek bagi pasangan mata uang utama ini, dengan fokus pada dinamika harga energi dan pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah.
Pasar fokus pada Pemilu lokal di Inggris yang dijadwalkan pada 7 Mei, karena hasilnya dapat memicu perubahan dinamika politik dan kebijakan fiskal. Pemilihan tersebut memiliki potensi untuk memicu volatilitas tambahan di pasar mata uang, terutama jika tingkat dukungan bagi partai pemerintahan mengalami perubahan signifikan. Analisis pasar menilai bahwa pergerakan EURGBP dapat tertekan lebih lanjut jika ketidakpastian politik meningkat.
Isu kepemimpinan dalam partai oposisi juga menjadi faktor penentu. Kontestasi kepemimpinan dapat mempengaruhi prospek kebijakan moneter dan arah investasi asing. Sinyal politik seperti dukungan anggota parlemen dan peluang koalisi akan menjadi indikator penting bagi investor yang saat ini menimbang arah GBP dan EUR.
Kondisi energi yang bergejolak serta profil inflasi Inggris dan zona euro membuat pasar tetap waspada. Investor menilai bagaimana hasil pemilu akan membentuk ekspektasi kebijakan jangka menengah serta kemampuan pemerintah untuk menahan tekanan harga. Secara keseluruhan, fokus pasar tetap tertuju pada bagaimana pemilu memengaruhi aliran modal dan kurs pasangan mata uang utama ini.