EURJPY melemah tipis pada hari Kamis dan mengunci di sekitar level 187.3, setelah sebelumnya bergerak di atas 187.00 sepanjang pekan ini. Level tersebut menjadi zona konsolidasi yang menahan arah jelas bagi pasangan mata uang ini. Para pelaku pasar tetap waspada sambil menunggu data inflasi terbaru untuk melihat apakah momentum teknikal akan pulih atau melemah.
Data inflasi Zona Euro untuk Maret direvisi lebih tinggi, dengan HICP naik 1.3 persen MoM dan 2.6 persen YoY, tertinggi sejak Juli 2024. Core inflation direvisi menjadi 2.3 persen YoY. Lonjakan inflasi sebagian besar didorong oleh harga energi, yang bisa memperkuat argumen bagi ECB untuk menjaga sikap hawkish di pertemuan mendatang.
Meski demikian, presiden ECB Christine Lagarde menekankan bahwa kebijakan harus tetap lincah dan tidak memiliki bias yang kuat untuk pengetatan. Pasar tetap memperkirakan dua kenaikan 25 basis poin tahun ini, meskipun peluang kenaikan pada pertemuan April relatif terbatas dan harga pasar perlahan menuju Juni. Rilis akun kebijakan Maret dan pernyataan pejabat ECB diperkirakan akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan.
Akun pertemuan ECB yang akan dirilis diperkirakan akan mengungkap bagaimana pembuat kebijakan menilai tekanan inflasi yang berlanjut. Investor menimbang sejauh mana inflasi akan bertahan dan bagaimana rencana penyesuaian kebijakan dapat berjalan ke depan.
Sementara itu, beberapa pernyataan pejabat ECB yang akan disampaikan hari ini diperkirakan akan menjadi fokus pasar, karena bisa mengubah persepsi mengenai jalur kebijakan. Nada dan konteks komentar tersebut bisa mengubah ekspektasi mengenai apakah kebijakan akan lebih lunak atau lebih tegas jika data inflasi tetap kuat. Perkembangan ini menjadi panduan bagi trader untuk menilai peluang di EURJPY.
Dengan pasar menyiratkan kemungkinan dua kenaikan 25 bps, banyak analis melihat kebijakan akan berjalan secara bertahap, tergantung data inflasi ke depan. Risiko volatilitas meningkat saat investor menimbang risiko stagflasi melawan tekanan inflasi yang tetap ada. Semua ini membuat pertemuan kebijakan berikutnya menjadi titik kunci arah pasangan mata uang tersebut.
Di sisi Jepang, Menteri Keuangan Takayama menyatakan bahwa Tokyo dan Washington sepakat memperkuat komunikasi mengenai kurs usai pertemuan dengan Sekretaris Keuangan AS. Komentar ini menekankan komitmen otoritas Jepang untuk membatasi pelemahan yen secara berlebihan, meskipun dampak langsung terhadap EURJPY saat ini terbatas.
Komentar tersebut menunjukkan fokus kebijakan pada stabilitas kurs dan keseimbangan perdagangan. Meskipun volatilitas pasar valuta asing relatif rendah, arah jangka menengah EURJPY tetap bergantung pada inflasi zona euro serta dinamika kebijakan bank sentral. Para pelaku pasar akan terus memantau data ekonomi dan komentar pejabat terkait untuk memposisikan posisi mereka.
Secara teknikal, pergerakan konsolidasi di atas level 187.00 menunjukkan adanya dukungan pada level tersebut, namun arah jelas masih bergantung pada data inflasi dan keluaran kebijakan selanjutnya. Dengan kisaran harga yang sempit, peluang risk-reward bagi trader jangka pendek bisa menuntut konfirmasi dari rilis data serta sinyal dari pertemuan kebijakan berikutnya. Disarankan trader untuk memantau level stop loss dan take profit jika memutuskan masuk posisi di kemudian hari.