
Menurut analisis yang dirilis melalui Cetro Trading Insight, Rabobank Senior FX Strategist Jane Foley menilai perbedaan suku bunga antara AS dan Zona Euro berpotensi mendorong EURUSD lebih tinggi pada paruh kedua tahun ini. Namun lonjakan tersebut tidak akan datang tanpa adanya dukungan faktor lain dan keyakinan pasar. Foley menekankan bahwa potensi kenaikan tetap bersyarat.
Di sisi lain, pertumbuhan Zona Euro diperkirakan tertahan oleh gangguan pasokan yang sedang berlangsung. Dampak gangguan pasokan terhadap aktivitas ekonomi dan pendapatan rumah tangga membuat ruang bagi EUR untuk menguat menjadi sempit. Pasar juga menimbang apakah dampak jangka panjang dari gangguan tersebut akan mereda atau berlarut-larut.
Foley juga menegaskan bahwa target 1.20 untuk EURUSD tahun ini kemungkinan tidak akan tercapai. Meskipun ada sinyal perbaikan, momentum kenaikan dinilai tidak mempunyai bobot yang cukup kuat. Dalam kerangka pandangan jangka menengah, kredibilitas USD tetap kuat dan Zona euro lebih rentan terhadap gangguan pasokan.
Bagi pelaku pasar, skenario ini menyiratkan EURUSD bisa melanjutkan tren naik dalam beberapa bulan ke depan, tetapi momentum kenaikan cenderung tipis. Investor akan memantau perbedaan suku bunga serta perubahan kebijakan moneter antara AS dan Zona Euro. Tanpa konfirmasi yang jelas, arah pasar cenderung bergantung pada data ekonomi dan risiko geopolitik.
Nilai risiko pasokan yang tetap menjadi headwind membuat dolar AS tetap menjadi aset pelindung nilai ketika volatilitas meningkat. Dalam kondisi seperti ini, fokus investor bisa bergeser ke data ekonomi dan indikator risiko yang lebih luas. Pelaku pasar perlu menyeimbangkan potensi keuntungan dengan risiko yang melekat.
Para trader sebaiknya tidak mengharapkan posisi long EUR besar-besaran hingga level tertinggi tahun lalu. Kunci bagi mereka adalah menunggu konfirmasi teknikal dan fundamental sebelum mengambil langkah besar. Rentang pengamatan yang masuk akal berada di sekitar 1.15–1.20 untuk evaluasi risiko dan peluang.
Skenario harga utama menyatakan bahwa perbedaan suku bunga akan tetap menjadi pendorong utama, sehingga EURUSD bisa bergerak dengan bias naik namun momentum naiknya dibatasi oleh pertumbuhan. Pemulihan ekonomi di zona euro harus berlangsung kuat untuk memberi dorongan lebih lanjut pada pasangan mata uang ini.
Karena analisis ini tidak memberikan sinyal beli atau jual yang jelas, pendekatan trading yang konservatif lebih dianjurkan. Manajemen risiko menjadi kunci, dengan target imbal hasil minimal 1:1.5 jika ada konfirmasi yang cukup.
Hal-hal yang bisa mengubah pandangan pasar meliputi perbaikan permintaan domestik, kelanjutan gangguan pasokan, atau perubahan kebijakan moneter di AS dan Zona Euro. Jika data ekonomi menunjukkan pemulihan zona euro, bias naik EURUSD bisa meningkat. Sebaliknya, jika gangguan pasokan berlanjut atau kebijakan moneter AS lebih agresif, USD bisa tetap menjadi faktor penekan utama.