EUR/USD turun mendekati level 1.1465 pada pembukaan sesi Asia Kamis, menandai pelemahan bagi pasangan mata uang ini seiring meningkatnya kekuatan dolar AS. Keputusan Fed pada rapat Maret menegaskan bahwa kebijakan tetap berada pada jalur yang ketat. Pasar kini fokus pada arah pergerakan berikutnya.
Fed menunjukkan sikap hawkish dengan menunjukkan inflasi bergerak menuju target, meskipun tekanan dari lonjakan harga minyak akibat konflik regional bisa bertahan dalam jangka pendek. Beberapa analis menilai bahwa risiko harga minyak dapat menahan laju penurunan inflasi. Pasar tetap mengamati komentar pejabat untuk petunjuk lebih lanjut.
Pada saat yang sama, perhatian beralih pada keputusan ECB yang dijadwalkan hari ini, dengan ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan tetap. Pasar kini sepenuhnya menimbang kemungkinan dua kali kenaikan suku bunga pada 2026 karena inflasi yang tetap menjadi fokus utama. Perkembangan ini membuat EURUSD cenderung melemah seiring waktu.
Fed memutuskan untuk menjaga suku bunga pada kisaran 3.5%–3.75% pada pertemuan Maret dan menegaskan bahwa pemangkasan mungkin datang pada 2026 jika inflasi terus bergerak turun. Kebijakan ini menegaskan komitmen bank sentral untuk menjaga jalur kebijakan yang lebih restriktif dalam jangka menengah. Pasar menilai langkah tersebut menjaga dolar sebagai aset safe haven yang stabil.
Powell menyatakan inflasi menunjukkan kemajuan, meskipun belum sejalan dengan harapan. Dia menambahkan bahwa lonjakan harga minyak akibat konflik Iran bisa memberi tekanan inflasi dalam jangka pendek. Sikap tersebut menegaskan rencana Fed untuk menahan kebijakan hawkish sambil menilai data inflasi secara berkala.
ECB diharapkan tidak mengubah kebijakan pada pertemuan hari Kamis, dengan tiga tingkat suku bunga utama tetap tidak berubah. Pasar kini sepenuhnya memperhitungkan dua kenaikan suku bunga hingga akhir 2026 karena tekanan inflasi. Analis menilai transisi kebijakan ECB akan dipantau ketat dalam beberapa kuartal ke depan.
Dengan dinamika kebijakan global yang berubah-ubah, EURUSD berpotensi melanjutkan tekanan turun jika dolar tetap kuat dan risiko spekulatif meningkat. Kondisi ini juga meningkatkan peluang volatilitas di pasar valuta asing. Trader perlu berhati-hati dan menyesuaikan ekspektasi dengan data ekonomi yang rilis.
Analisis fundamental menunjukkan potensi pergerakan berkelanjutan, sehingga pendekatan trading yang disiplin menjadi krusial. Penggunaan level support dan resistance, serta manajemen risiko yang ketat, disarankan untuk mengantisipasi kejutan data inflasi. Selain itu, pemantauan komentar pejabat bank sentral juga diperlukan untuk adaptasi strategi.
Rencana perdagangan yang direkomendasikan adalah menjual EURUSD di sekitar 1.1465 dengan target di 1.1330 dan stop loss di 1.1490, menjaga rasio risiko-ganjaran minimal lebih dari 1:1.5. Strategi ini berlandaskan pada potensi pelemahan euro terhadap dolar jika kondisi moneternya tetap divergen. Pastikan ukuran posisi sesuai dengan ukuran akun dan aturan manajemen risiko yang berlaku.