Riset dari Danske Research menunjukkan EURUSD telah rebound di atas level 1.15 seiring membaiknya sentimen risiko dan harapan meredanya eskalasi antara AS dan Iran. Perubahan sentimen pasar dan pergeseran outlook yield global turut mendukung pasangan mata uang ini. Aktivitas perdagangan di wilayah euro juga tercermin dari harga energi yang melandai, meski variatif.
Inflasi zona euro meningkat terutama karena komponen energi. Ekonom ECB menegaskan kewaspadaan namun menahan kebijakan hingga evaluasi pertemuan demi pertemuan. Tekanan pada inflasi inti tetap sejalan dengan prediksi meskipun energi menjadi kontributor utama kenaikan.
ECB kemungkinan menunda keputusan kebijakan sampai laporan inflasi April dan indikator menguat ke depan memberikan sinyal yang lebih jelas. Para pejabat menekankan perlunya pengamatan terhadap risiko second‑round effects. Pasar tetap fokus pada dinamika harga energi dan prospek inflasi jangka menengah.
Lebih lanjut, pasar menunjukkan bahwa penurunan yield global dan pelemahan harga energi telah memberi dukungan bagi euro terhadap dolar. Penurunan imbal hasil jangka panjang membuat euro menjadi alternatif pembelian bagi investor yang mencari perlindungan nilai. Ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor pembatas jika volatilitas naik.
Inflasi inti berada dalam jalur yang diharapkan, namun lonjakan pada energi menjadi faktor utama pendorong kenaikan indeks harga. Komponen energi tampil sebagai kontributor utama terhadap laju harga secara bulanan, meskipun beberapa data inti menunjukkan stabilitas. Pasar menilai peran kebijakan suku bunga dalam meredam tekanan biaya.
Meski data energi berfluktuasi, risiko terkait perang atau ketegangan geopolitik membuat investor menanti konfirmasi dari data inflasi April sebelum menilai arah kebijakan. Fluktuasi harga energi juga menempatkan fokus pada langkah-langkah respons kebijakan jangka menengah. Keputusan ECB di masa mendatang kemungkinan dipandu oleh data inflasi dan dinamika harga energi global.
Pandangan kebijakan ECB tetap hati‑hati meski ada kans kenaikan suku bunga pada beberapa kuartal mendatang. Para pejabat menekankan perlunya menyeimbangkan respons kebijakan terhadap tekanan inflasi dan stabilitas harga. Pasar memantau komentar terkait risiko second‑round effects dan potensi perubahan sikap kebijakan.
Pejabat ECB menekankan pentingnya mencegah spiral upah‑harga dan menjaga respons kebijakan yang proporsional terhadap prospek inflasi jangka menengah. Demonstrasi komitmen terhadap tujuan inflasi menekan volatilitas jangka pendek. Hasilnya, narasi pasar menjadi lebih seimbang antara dukungan euro dan tekanan dolar.
Untuk strategi trading, skenario teknikal menunjukkan peluang beli pada EURUSD jika harga mampu bertahan di atas 1.15, dengan target sekitar 1.1650 dan stop di 1.1450, memenuhi rasio risiko‑hadiah di atas 1:1.5. Analisa ini mengandalkan konstelasi data inflasi dan dinamika energi sebagai pendorong utama. Trader direkomendasikan untuk menghindari overexposure jika volatilitas meningkat.