EURUSD menunjukkan pelemahan berkelanjutan untuk sesi ketiga berturut-turut. Data ritel Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi dan penurunan tingkat pengangguran pekan lalu memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya. Kondisi ini memberi tekanan pada euro terhadap dolar dan menambah potensi downside bagi pasangan ini.
Harga saat ini berada di bawah garis tren bearish pada time frame H1, sebuah sinyal teknikal yang sering menjadi konfirmasi awal untuk aksi jual. Ketika harga tetap berada di bawah tren line tersebut, saat ini fokus pada konfirmasi penjualan lebih lanjut di hari ini. Zona sekitar 1.1650 hingga 1.1670 dipandang sebagai area penjualan potensial oleh para pelaku pasar.
Prediksi pasar menunjukkan EURUSD tetap lemah dengan peluang mencapai TP superior di 1.15281 jika tekanan berlanjut. Rekam jejak harga di bawah tren garis dan kekuatan dolar menjadi faktor utama dalam ekspektasi tersebut. Trader dianjurkan mengikuti perkembangan harga untuk meyakinkan eksekusi posisi sesuai rencana.
Dolar AS menguat karena ekspektasi bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam beberapa bulan ke depan, didorong oleh data ritel AS yang lebih kuat dari perkiraan dan penurunan tingkat pengangguran. Faktor-faktor ini meningkatkan permintaan terhadap dolar dan memperparah tekanan pada euro.
Secara bersamaan, narasi fundamental memperkuat pandangan teknikal tentang peluang penurunan EURUSD. Meskipun sinyal teknikal menunjukkan senti bearish, fundamental mendukung pergerakan dolar yang lebih mendominasi pasar. Pasar menimbang risiko kebijakan Fed yang tidak berubah secara segera.
Untuk trader, fokus utama adalah manajemen risiko. Volatilitas bisa meningkat menjelang rilis data ekonomi penting berikutnya. Disiplin dalam menetapkan stop loss dan target profit akan membantu menjaga eksposur risiko tetap terkendali.