EURUSD bergerak stabil mendekati kisaran 1.1540 dalam sesi Asia awal, sementara pelaku pasar menimbang risiko geopolitik. Ketegangan antara AS dan negara di Timur Tengah menambah kumpulan faktor yang bisa menggerakkan mata uang utama. Meski ada beberapa data ekonomi yang memberikan kejutan, fokus investor tetap tertuju pada sentimen risiko global.
Publik menilai bahwa risiko geopolitik cenderung menjaga dolar AS pada posisi kuat, terutama jika konflik meningkat. Namun, ada dukungan bagi euro dari kemungkinan sikap ECB yang lebih hawkish jika inflasi tetap tinggi. Pergerakan EURUSD pun menjadi cerminan antara perlindungan modal dan harapan ekspansi kebijakan moneter di zona euro.
Para analis menekankan bahwa penantian terhadap data-data makro berikutnya, termasuk laporan ISM, akan menjadi pemicu utama arah pasangan ini. Bila ada tanda eskalasi, tekanan pada EURUSD bisa menguat ke bawah, sedangkan kejutan positif dari ECB bisa memberi ruang untuk perbaikan nilai tukar euro.
Laporan ISM Services PMI untuk bulan Maret turun menjadi 54.0, lebih rendah dibanding ekspektasi 55.0 dan februari 56.1. Angka ini menunjukkan melambatnya momentum sektor jasa meski tetap berada di wilayah ekspansi. Dampak data ini terhadap sentiment pasar cukup terbatas karena fokus investor lebih terarah pada tensi geopolitik dan kebijakan moneternya.
Data yang dirilis menimbulkan spekulasi mengenai arah kebijakan moneter AS selanjutnya, meski durasi dan besaran perubahan suku bunga masih menjadi perdebatan. Investor menimbang bahwa perlambatan PMI bisa menahan laju penguatan dolar, namun juga mengubah ekspektasi pelaku pasar terhadap jadwal kenaikan suku bunga. Pasar menunggu data ADP dan pesanan barang tahan lama untuk konfirmasi arah ekonomi.
Selain itu, rilis ini menegaskan perlunya kehati-hatian terhadap pergerakan pasar keuangan saat ini. Kinerja sektor jasa tetap terjaga meski momentum menurun, sehingga EURUSD bisa melihat volatilitas rendah hingga menimbang data lain yang relevan. Pasar akan menilai bagaimana kombinasi data domestik AS dan dinamika global mempengaruhi likuiditas mata uang utama.
ECB cenderung menunjukkan nada lebih hawkish sebagai respons terhadap tekanan inflasi yang tetap tinggi. Outlook tersebut menambah kemungkinan peningkatan suku bunga pada 2026, yang bisa mendongkrak euro jika pelaku pasar merespons secara positif. Ketidakpastian kebijakan di AS juga memperketat perbandingan kebijakan, sehingga EUR bisa menarik perhatian investor.
Perkiraan terhadap jalur kebijakan euro dipengaruhi oleh perubahan indikator inflasi serta tekanan biaya energi. pasar menilai bahwa komitmen ECB untuk menahan inflasi menjadi faktor utama dalam membentuk kurva imbal hasil dan arah EURUSD. Sisi teknikal juga diperhatikan, namun fokus utama tetap pada bagaimana ECB menafsirkan data inflasi dan permintaan global di masa mendatang.
Secara keseluruhan, pergeseran kebijakan ECB dan dinamika inflasi akan menjadi driver utama untuk EURUSD dalam beberapa bulan ke depan. Rilis data ekonomi AS dan geopolitik regional akan memerinci risiko dan peluang bagi mata uang utama, meski keputusan kebijakan menjadi penentu utama arah jangka menengah.