Analisa OCBC yang dipublikasikan oleh Sim Moh Siong dan Christopher Wong menyampaikan pandangan mildly constructive terhadap EUR/USD. Mereka menekankan bahwa potensi kenaikan pasangan ini lebih banyak dipicu oleh kelemahan dolar AS daripada kekuatan euro. Menurut mereka, EUR belum memiliki cerita undervaluation yang kuat, dan ECB menjaga sikap hati-hati dalam kebijakan moneternya. Kondisi ini menjadi pembatas utama bagi pergerakan EUR/USD.
Pergerakan EURUSD sangat bergantung pada arah dolar, karena sebagian besar pergerakannya berasal dari pergerakan mata uang tunggal tersebut. Mereka menyiratkan bahwa jika dolar tetap lemah, EUR bisa mendapatkan dukungan, tetapi potensi kenaikan bisa terbatas oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan ECB. Sinyal-sinyal pasar juga menunjukkan bahwa Federal Reserve lebih tegas daripada yang diperkirakan banyak pelaku pasar, sehingga siklus pelonggaran AS yang tertunda bisa membatasi penguatan pasangan ini. Dengan demikian, upside EURUSD tampak terbatas meskipun ada dorongan dari kelemahan USD.
Nilai EURUSD sempat menyentuh kisaran sekitar 1.20 pada Januari lalu karena premi risiko terhadap USD meningkat akibat kebijakan AS yang tidak menentu. Namun para analis menegaskan bahwa dorongan kenaikan lebih banyak bersifat sementara dan durasinya terbatas tanpa adanya cerita undervaluation euro. Faktor fundamental seperti prospek pertumbuhan Zona Eropa tetap menjadi latar belakang, meski tidak cukup untuk mendorong lonjakan signifikan jika kebijakan AS tetap agresif. Dengan konteks ini, arah jangka pendek EURUSD sangat bergantung pada arah dolar AS dan sikap kebijakan global yang sedang berlangsung.
Secara garis besar, ECB belum menawarkan cerita undervaluation euro dan cenderung berhati-hati dalam kebijakan moneternya. Sektor fiskal Jerman yang expansif dipandang mendukung pertumbuhan Eurozone hingga 2026, memberi beberapa sisi pendukung bagi mata uang tunggal. Kondisi ini menciptakan konteks bagi EUR untuk bergerak lebih stabil dibanding lonjakan besar, terutama jika dolar melemah.
Para anggota dewan ECB sebagian merespons kebijakan yang lebih dovish, sehingga pasar mempertimbangkan risiko bahwa kenaikan nilai euro bisa dibatasi. Sinyal kebijakan yang berhati-hati membuat para pelaku pasar menahan diri untuk mendorong EUR lebih jauh tanpa konfirmasi dari data ekonomi yang lebih kuat. Sisi lain, pair ini juga menghadapi dinamika global yang beragam, sehingga potensi kenaikan tetap terbatas meski ada dorongan positif.
Secara umum, ekspektasi pertumbuhan zona euro didorong oleh dorongan fiskal Jerman yang mendukung stabilitas pertumbuhan hingga 2026. Kondisi fiskal yang suportif membantu menjaga sentimen terhadap euro, meskipun faktor eksternal seperti kebijakan moneter global tetap menjadi faktor penentu. Investor mungkin melihat EURUSD sebagai peluang dengan risiko relatif lebih rendah jika aliran kebijakan cenderung netral.
Fokus utama pada prospek EURUSD adalah kebijakan Federal Reserve yang secara sengaja lebih tegas daripada ekspektasi pasar. Ketika langkah-langkah pelonggaran AS berjalan lebih lambat dan lebih dangkal, dorongan kenaikan EURUSD bisa terbatasi meskipun dolar sedang melemah.
Karenanya, volatilitas di pasar asing tetap terkait dengan pergerakan USD dan pernyataan kebijakan Federal Reserve. Jika dukungan dari kelemahan USD bertahan, EUR mungkin mendapatkan peluang, tetapi tanpa sinyal teknikal yang kuat, perubahan besar dalam arah belum terlihat.
Untuk trader, rekomendasi utama adalah berhati-hati karena sinyal trading yang eksplisit belum terkunci. Meski ada kejutan positif dari sisi kelemahan USD, risiko-hadiah 1:1.5 menjadi syarat utama sehingga tanpa level yang jelas, tidak ada rekomendasi beli atau jual yang kuat. Pantau rilis data Fed, angka inflasi, dan komentar pembuat kebijakan untuk konfirmasi arah yang lebih jelas. Laporan ini dipublikasikan oleh Cetro Trading Insight.