EXCL: Lonjakan Biaya Gaji 70% Pasca Merger Jadi Uji Transformasi dan Integrasi Jaringan

EXCL: Lonjakan Biaya Gaji 70% Pasca Merger Jadi Uji Transformasi dan Integrasi Jaringan

trading sekarang

Lonjakan beban gaji EXCL pada kuartal I-2026 menjadi sorotan pelaku pasar. Perusahaan melaporkan gaji dan kesejahteraan karyawan sebesar Rp877,43 miliar, naik 70,39 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka ini mencerminkan efek dari proses integrasi pascamerger antara XL Axiata dan Smartfren serta langkah penyesuaian organisasi.

Menurut CFO Antony Susilo, kenaikan tersebut lebih pada investasi sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk transformasi daripada sekadar biaya operasional. Ia menekankan bahwa setelah merger, jumlah pegawai bertambah dan struktur organisasi menjadi lebih terpadu, dengan program penggajian yang diselaraskan. Langkah harmonisasi tunjangan pun dilakukan agar seragam di seluruh entitas yang bergabung.

Bagi investor, lonjakan biaya ini bersifat sementara karena integrasi akan selesai pada tahun ini. Pihak manajemen menegaskan meskipun ada lonjakan, investasi pada SDM diharapkan mempercepat transformasi dan integrasi usaha. Cetro Trading Insight menilai langkah ini sebagai bagian dari persiapan fondasi operasional yang lebih kokoh untuk pertumbuhan jangka panjang.

Seiring proses merger, fokus utama beralih pada harmonisasi struktur penggajian dan kesejahteraan karyawan agar seragam di seluruh entitas. Perubahan ini melibatkan penyelarasan kebijakan kompensasi, tunjangan, dan skema insentif yang selama ini berbeda antara dua perusahaan. Langkah ini diperlukan agar proses integrasi tidak menimbulkan kebingungan dan hambatan operasional.

CFO Antony menekankan bahwa integrasi organisasi bukan sekadar menyatukan sumber daya manusia, tetapi juga menyelaraskan budaya kerja. Program engagement dan komunikasi intensif telah diterapkan untuk menjaga kenyamanan tim selama masa transisi. Hal ini dipercaya bisa menjaga produktivitas meski dua budaya kerja memiliki perbedaan.

Meskipun tidak mudah, perusahaan menyadari bahwa budaya kerja yang lebih terintegrasi akan meningkatkan kolaborasi lintas unit. Manajemen menegaskan bahwa upaya budaya, selain menyelaraskan struktur, adalah kunci mengoptimalkan efisiensi operasional. Cetro Trading Insight menilai pendekatan ini penting untuk menjaga motivasi karyawan selama proses transisi.

Prospek operasional dan arah transformasi perusahaan

Ketika jaringan antara XL Axiata dan Smartfren hampir 70 persen terintegrasi pada akhir tahun lalu, EXCL menegaskan fondasi operasional kini lebih kuat. Integrasi jaringan yang lebih terpadu diperkirakan meningkatkan kapasitas layanan dan kualitas jaringan untuk pelanggan. Hal ini juga meningkatkan kemampuan perusahaan untuk mengoptimalkan investasi infrastruktur secara lebih efisien.

Walau biaya integrasi menonjol di awal, perusahaan menilai efek bersihnya adalah penguatan sinergi jangka menengah yang bisa menekan biaya operasional berulang dan mempercepat transformasi digital. Dengan demikian prospek pendapatan bisa didorong melalui peningkatan layanan dan retensi pelanggan.

Analisis pasar dan manajemen menekankan bahwa langkah transformasi ini saat ini bersifat transitional, dengan risiko jangka pendek lebih rendah karena fokus pada integrasi budaya dan sistem. Investor disarankan memantau progres integrasi karena potensi manfaat jangka panjang bisa lebih besar dari biaya awal. Dalam laporan resmi, Cetro Trading Insight menyampaikan bahwa sinyal investasi pada EXCL tergantung pada kemampuan perusahaan meraih sinergi efektif dari merger.

banner footer