John Velis dari BNY Mellon menilai bahwa pasar imbal hasil tetap memproyeksikan dua pemotongan Fed pada tahun ini meski risalah pertemuan cenderung hawkish. Menurutnya, satu pemotongan 25 basis poin baru sepenuhnya diperkirakan terjadi pada Juli, sementara harga pasar OIS menunjukkan sekitar 60 basis poin kebijakan lebih longgar. Analisis ini menekankan bahwa jalur kebijakan belum banyak berubah meski ada tekanan dari inflasi PCE yang masih tinggi dan pertumbuhan GDP yang melemah.
Velis menegaskan bahwa pasar sejauh ini belum memberi sinyal perubahan besar, dengan fokus pasar berada pada dua pemotongan tahun ini. Namun, ia mencatat bahwa pasar juga mempertimbangkan skenario yang lebih agresif di paruh kedua tahun ini jika kondisi tenaga kerja memburuk. Karena itu, prognosa tiga pemotongan 25bp di sisa tahun tetap menjadi garis panduan yang didorong oleh dinamika pasar tenaga kerja yang melemah.
Rapat minutes menunjukkan nada yang sedikit hawkish karena beberapa anggota dikabarkan mendukung deskripsi kebijakan masa depan yang dua arah, menyiratkan kemungkinan penyesuaian target bunga jika inflasi tetap di atas sasaran. Velis menambahkan bahwa jika pasar tenaga kerja sesuai realisasi nanti, Fed kemungkinan akan bergerak sesuai sisi mandatori full employment. Secara umum, dinamika ini menandai keseimbangan antara tekanan inflasi dan kebutuhan untuk menjaga penyeimbang lapangan kerja.
Harga tenaga kerja dan inflasi PCE tetap menjadi fokus utama, karena memperhebat risiko pelonggaran kebijakan jika data menunjukkan melemahnya pasar tenaga kerja. Velis menegaskan bahwa jika realisasi data tenaga kerja sesuai ekspektasi, Fed bisa menyesuaikan kebijakan meskipun inflasi belum kembali ke target. Dengan demikian, jalur kebijakan cenderung mengikuti sisi full employment meski ada ketidakpastian pada pertumbuhan ekonomi.
Staf pasar melihat OIS sebagai barometer utama ekspektasi kebijakan, menunjukkan sekitar 60 basis poin pelonggaran hingga akhir tahun meski data rilis bisa mengubah gambaran. Pasar lebih cenderung menunda kepastian hingga pertemuan Juli, ketika harga penuh pemotongan dipandang lebih realistis. Sementara itu, pernyataan bahwa tiga pemotongan 25bp di paruh kedua tetap dalam radar meningkatkan volatilitas jangka pendek di instrumen yang sensitif terhadap suku bunga.
Bagi investor, fokus utama adalah pada data tenaga kerja, inflasi PCE, dan pertumbuhan GDP yang bisa mempercepat atau menahan rencana pelonggaran. Kebijakan Fed yang tergolong berhati-hati menekankan pentingnya diversifikasi portofolio untuk menghadapi risiko perubahan arah suku bunga. Dalam konteks ini, pemantauan rilis data dan komentar pejabat Fed menjadi kunci untuk menilai peluang entry dan manajemen risiko.