Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga di FOMC, Powell Diuji Pengaruh Perang Iran terhadap Kebijakan 2026

Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga di FOMC, Powell Diuji Pengaruh Perang Iran terhadap Kebijakan 2026

trading sekarang

Pasar global menanti hasil pertemuan FOMC mendatang dengan fokus pada arah kebijakan Fed. Menurut Rabobank Senior US Strategist Philip Marey, kemungkinan besar Fed akan mempertahankan suku bunga saat itu. Powell juga diperkirakan akan disorot mengenai bagaimana perang dengan Iran mempengaruhi data ekonomi dan penilaian kebijakan moneter. Ketidakpastian geopolitik menjadi variabel penting yang bisa mempersingkat atau memperpanjang siklus kebijakan.

Marey menegaskan bahwa proyeksi bank untuk dua pemotongan di 2026 masih ada, dengan jadwal pada September dan Desember. Namun ia menekankan bahwa data terkait konflik bisa memicu perubahan terhadap jumlah pemangkasan yang direncanakan. Dalam praktiknya, jika data ekonomi merosot karena perang, kebijakan bisa terlihat lebih lunak dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Perkembangan soal kepemimpinan juga menjadi sorotan. Calon pengganti Chair Powell, yaitu Warsh, dikemukakan sebagai kandidat yang bisa mengajukan kebijakan lebih dari satu pemotongan jika data ekonomi mendukung. Kemunculan Warsh akan tergantung pada bagaimana aliran data masuk dan bagaimana perang mempengaruhi permintaan dan inflasi. Pasar menilai bahwa prospek pemotongan berkelanjutan lebih mungkin berubah tergantung data ekonomi terbaru.

Seiring berlangsungnya pertemuan, para pelaku pasar menantikan keputusan hangat atau hold. Banyak pejabat memprediksi FOMC akan mempertahankan kebijakan saat ini pada bulan April. Namun fokus juga menyoroti bagaimana data bulan ini mencerminkan dampak perang Iran terhadap aktivitas ekonomi, perdagangan global, dan yield obligasi.

Dokumen yang beredar menunjukkan bahwa proyeksi dua pemotongan pada 2026 masih relevan, asalkan data ekonomi tidak memburuk secara signifikan. Bila data masuk menunjukkan pelemahan yang lebih kuat akibat konflik, kalkulasi pemotongan bisa direvisi turun. Warsh, jika tampil sebagai Ketua, bisa mendorong langkah berbeda tergantung pada bagaimana data ekonomi bertumbuh atau melambat.

Secara keseluruhan, pasar menilai potensi volatilitas meningkat karena perang, sehingga narasi pemangkasan bisa berkurang meskipun izin untuk melanjutkan penurunan tetap ada. Para analis menekankan kehati-hatian dalam membaca data baru karena status geopolitik menjadi bagian dari hambatan dan peluang kebijakan. Risiko dan imbalan kebijakan moneter 2026 tetap bergantung pada evolusi situasi global.

Pertanyaan utama di meja internal Fed adalah masa jabatan Powell. Beberapa pihak menilai bahwa konfirmasi Warsh bisa mengubah arah kebijakan, terutama jika ia mendorong jalur pemotongan lebih banyak. Powell sendiri diperkirakan masih punya peran penting meski masa jabatan Chair bisa berakhir pada pertengahan tahun, dan beberapa skenario mengisyaratkan beliau tetap terlibat secara teknis.

Jika konfirmasi Warsh tertunda, Powell diperkirakan tetap menjabat sebagai Chair pro tempore hingga Juni. Kondisi ini memberi pasar kepastian sementara namun juga menegaskan bahwa arah kebijakan akan bergantung pada data ekonomi yang masuk. Tekanan dari beberapa anggota Komite dan dinamika politik dapat memengaruhi metodologi komunikasi kebijakan yang biasanya disampaikan Powell.

Secara umum, arah kebijakan akan dipandu oleh sinyal data pertumbuhan dan inflasi serta dampak perang terhadap aktivitas global. Investor disarankan memantau rilis data ekonomi utama dan bagaimana perang mempengaruhi permintaan global. Tanpa perubahan mendasar pada data, kebijakan 2026 diperkirakan mengikuti jalur yang telah diproyeksikan dengan fleksibilitas pada setiap rilis data.

broker terbaik indonesia