Fed Diprediksi Tunda Pemangkasan hingga 2027 Seiring Data Tenaga Kerja AS dan Harga Minyak

Fed Diprediksi Tunda Pemangkasan hingga 2027 Seiring Data Tenaga Kerja AS dan Harga Minyak

trading sekarang

Laporan payroll Mei AS menunjukkan tenaga kerja lebih kuat dari ekspektasi, dengan revisi positif untuk beberapa bulan sebelumnya. Kondisi ini menguatkan tekanan inflasi dan menambah kekhawatiran bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan yang lebih ketat lebih lama. Akibatnya, pasar menilai peluang pemangkasan suku bunga di dekatnya berkurang, dan fokus beralih ke langkah berikutnya FOMC Juni.

Kenaikan harga minyak juga mendorong biaya energi yang lebih tinggi, yang pada gilirannya meningkatkan tekanan biaya produksi dan harga konsumen. Perpaduan data pekerjaan yang kuat dengan energi yang mahal membuat prospek pemangkasan suku bunga menjadi lebih samar untuk 2026. Beberapa pejabat Fed, termasuk Gubernur Waller, telah menunjukkan pandangan yang lebih hawkish belakangan ini.

Menurut Bloomberg WIRP, probabilitas jeda pada pertemuan Juni mendekati hampir pasti, sementara peluang potongan suku bunga di 2026 telah berkurang signifikan. Ada sekitar 40% peluang kenaikan suku bunga pada Desember 2026 menurut survei tersebut. Kami memperkirakan siklus kebijakan berlangsung panjang dengan jeda yang berlanjut hingga 2026, sebelum pelonggaran dimulai lagi pada 2027.

Liew kini memperkirakan jeda kebijakan yang diperpanjang melalui 2026 sebelum pelonggaran kebijakan berlanjut pada 2027. Proyeksi ini menggambarkan transisi kebijakan yang lebih bertahap dan menjaga yield jangka panjang tetap tinggi lebih lama. Kondisi pasar menilai risiko tekanan kredit dan volatilitas lebih rendah jika Fed menjaga kestabilan kebijakan.

Kombinasi data tenaga kerja yang kuat dan biaya energi yang tinggi mengurangi kemungkinan pemotongan suku bunga di sisa 2026. Banyak ahli tetap menganggap risiko kebijakan Fed tetap hawkish hingga akhir tahun. Investor juga memantau arah komunikasi para pejabat Fed untuk konteks jangka menengah.

Menurut survei WIRP, peluang jeda di Juni hampir pasti dan peluang pemotongan 2026 telah menurun; proyeksi dua potong suku bunga di akhir 2Q27 dan akhir 4Q27 menjadi bagian dari skenario. Pasar juga menilai adanya risiko bahwa rencana pelonggaran baru akan tertunda jika inflasi tetap membandel. Skenario alternatif menyiratkan jalur kebijakan yang lebih konvergen menuju 2027 dengan beberapa penyempurnaan risiko di sepanjang jalan.

Implikasi utama bagi pasar global adalah pergerakan dolar AS yang lebih kuat dan volatilitas yang lebih tinggi pada pasar obligasi, saham, dan komoditas. Proyeksi jeda kebijakan yang panjang bisa menjaga imbal hasil jangka panjang tetap lebih tinggi, sementara ekspektasi pemangkasan 2027 dapat menahan penurunan yield.

Jika Fed mempertahankan jeda panjang hingga 2026 dan baru mulai pelonggaran pada 2027, kurva imbal hasil cenderung flatten atau tetap menanjak, tergantung dinamika inflasi. Investor mungkin mencari perlindungan pada aset berpendapatan tetap jangka pendek dan menyesuaikan eksposur terhadap risiko kredit serta mata uang utama.

Peta perdagangan menyarankan persiapan skenario untuk berbagai jalur kebijakan: dolar dapat menguat jika risiko kebijakan tetap hawkish, sementara minyak dan kemomoditas lain akan tetap sensitif terhadap gejolak geopolitik. Pelaku pasar disarankan memantau pernyataan pejabat Fed dan data inflasi yang akan membentuk jalur kebijakan di paruh kedua tahun ini dan 2027.

banner footer