
Rilis terbaru dari ABN AMRO US Senior Economist Rogier Quaedvlieg merangkum keputusan FOMC yang mempertahankan tingkat suku bunga acuan tidak berubah. Ia menekankan bahwa pernyataan kebijakan tetap menampilkan bias pelonggaran meski nada utamanya tidak berubah. Analisis ini menempatkan kejadian ini sebagai sinyal kehati-hatian bank sentral dalam menghadapi inflasi dan dinamika tenaga kerja.
Quaedvlieg menunjukkan adanya pembagian opini di dalam komite, dengan beberapa anggota mendesak penjelasan dua arah yang lebih eksplisit tentang arah kebijakan di masa depan. Meski begitu, mayoritas tetap memilih menjaga bahasa pernyataan, sehingga bias pelonggaran tetap terlihat. Konteks ini menggambarkan suasana wait-and-see yang dominan di antara pejabat Fed.
Menurut prediksi analis, Fed kemungkinan menahan dana federal sepanjang sisa tahun ini hingga 2026, sebelum melakukan pemangkasan bertahap menuju zona netral 2.75–3.00%. Proyeksi ini didorong oleh pelemahan inflasi dan kinerja pasar tenaga kerja yang melambat, yang memberi ruang bagi pelonggaran kecil mulai Desember. Jalur kebijakan ini menandakan transisi menuju kebijakan netral yang lebih lambat dari beberapa ekspektasi sebelumnya.
Keputusan FOMC juga mencatat empat dissenters, jumlah yang belum terlihat sejak awal 1990-an. Para dissenters ingin melihat deskripsi masa depan kebijakan yang lebih jelas dan dua arah dalam rilis akhir. Meski demikian, para dissenters tidak berhasil mengubah bahasa yang dipakai dalam pernyataan resmi.
Powell menegaskan ada non-voter yang mengusulkan perubahan bahasa, menandakan adanya perbedaan pendapat di tingkat komite. Namun, mayoritas tetap mempertahankan teks yang ada, sehingga bias pelonggaran tetap menjadi bagian dari pernyataan. Pasar menilai dinamika ini sebagai tanda kehati-hatian berkelanjutan soal arah kebijakan.
Secara keseluruhan, fokus kebijakan Fed tetap pada posisi netral namun tetap waspada terhadap disinflasi dan pelemahan tenaga kerja. Quaedvlieg menyatakan tidak ada alasan untuk mengubah taktik pada pertemuan ini, dengan ekspektasi bahwa penurunan bertahap bisa dimulai pada Desember dan berlanjut di kuartal-kuartal berikutnya.
Proyeksi internal Fed menunjukkan dana federal akan dipertahankan pada level saat ini hingga 2026, dengan ruang untuk pelonggaran bertahap jika data inflasi dan tenaga kerja memburuk. Hal ini memberi sinyal bagi pasar bahwa arah kebijakan tidak akan berubah secara tajam di waktu dekat, meski ketidakpastian tetap ada. Investor juga perlu memperhatikan bagaimana data ekonomi terbaru bisa mengubah ekspektasi jalur kebijakan.
Analisis menunjukkan jalur penurunan 25 basis poin pada Desember, diikuti oleh 25 basis poin tiap kuartal hingga kisaran 2.75–3.00% tercapai pada pertengahan 2026. Skema ini menempatkan Fed di ujung bawah wilayah netral, selaras dengan upaya menyeimbangkan pertumbuhan dengan inflasi. Reaksi pasar bisa menyesuaikan harga dolar dan aset berisiko seiring gambaran kebijakan menjadi lebih jelas.
Dengan konteks itu, investor disarankan memantau data inflasi dan tenaga kerja karena keduanya menentukan arah kebijakan selanjutnya. Di Cetro Trading Insight, kami menilai skenario jangka menengah lebih banyak mengarah ke netral dengan risiko volatilitas menurun jika data ekonomi membaik secara bertahap. Secara keseluruhan, nada kebijakan tetap bergantung pada data ekonomi mendatang dan momentum pertumbuhan.
| Aspek | Rangkuman Kebijakan |
|---|---|
| Suku bunga | Fed mempertahankan pada level saat ini dengan bias pelonggaran tetap. |
| Proyeksi jalur | Penurunan bertahap 25 bps Desember, kemudian kuartalan menuju 2.75–3.00% pada 2026. |
| Dissent | Empat dissenters; perbedaan tetap muncul namun bahasa tidak diubah. |