
Seperti logam emas yang menguat saat volatilitas pasar, Fore Coffee meluncurkan gelombang ekspansi yang mengguncang lanskap ritel kopi Indonesia. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight, atau singkatnya Cetro, untuk pembaca finansial yang ingin memahami dampaknya pada nilai saham FORE. Fore Coffee menambah lebih dari 40 gerai baru dalam enam bulan pertama 2026, meningkatkan total jaringan menjadi 363 gerai, termasuk operasional Fore Donut dan Fore Coffee Singapura. Periode ini menunjukkan ketahanan model bisnis premium yang terjangkau, disertai komitmen penggunaan dana IPO sesuai prospektus.
Strategi kunci yang diambil adalah mendorong ekspansi ke kota-kota tier 2 dan tier 3, dengan sekitar 40 persen gerai baru berada di wilayah tersebut. Hal ini menciptakan Array peluang bagi konsumen baru yang menginginkan pengalaman kopi premium dengan harga wajar tanpa mengorbankan kualitas. Perluasan jaringan juga memperkuat posisi Fore dalam ekosistem minuman berkualitas yang membantu merek membangun kedekatan dengan komunitas lokal.
Selain itu, manajemen menegaskan disiplin alokasi modal, memastikan setiap rupiah dari dana hasil IPO dan setiap pembukaan gerai baru berkontribusi pada imbal hasil bagi pemegang saham. Dalam konteks ini, fokus Premium Affordable dipadukan dengan ekosistem merek dan eksekusi operasional yang terukur. Kinerja ke depan akan bergantung pada kemampuan menjaga margin sambil mengelola biaya operasional sejalan dengan skala jaringan yang terus bertambah.
Penjualan bersih Fore Coffee meningkat 52 persen menjadi mendekati triliun rupiah pada semester I-2026, sementara EBITDA melonjak 65 persen menjadi Rp216 miliar. Angka-angka ini menandai momentum positif bagi model bisnis Premium Affordable yang menggabungkan citra merek, efisiensi operasional, dan skala ekonomi. Dalam laporan kami, Array kinerja menunjukkan fondasi yang kuat untuk investor yang mencari peluang berbasis fundamental.
Kenaikan volume penjualan sejalan dengan perluasan jaringan yang signifikan, dengan total gerai menjadi 363 per akhir Juni 2026, termasuk 10 gerai Fore Donut dan 4 gerai Fore Coffee Singapura yang menambah jaringan menjadi 377 gerai di lebih dari 60 kota. Pertumbuhan ini mencerminkan kemampuan perusahaan untuk mengoptimalkan operasional di berbagai konteks pasar, dari kota besar hingga kawasan yang lebih rural. Kinerja semester ini juga mencerminkan kemampuan manajemen dalam menjaga kualitas produk dan pelayanan meskipun ekspansi agresif.
Presiden Direktur Vico Lomar menegaskan komitmen perusahaan terhadap disiplin alokasi modal dan nilai bagi pemegang saham. Kinerja ini menegaskan logam emas prinsip operasional—nilai bagi investor melalui alokasi modal yang cermat—dan menegaskan bahwa tujuan jangka panjang Fore adalah memperkuat posisi merek dengan efisiensi biaya. Keseimbangan antara keunggulan operasional dan penciptaan nilai tetap menjadi fokus utama untuk menjaga momentum ke depan.
Di luar segmen kopi, Fore Donut juga berkembang pesat dengan menambah delapan lokasi baru pada semester pertama 2026, termasuk di Surabaya, setelah sebelumnya membuka dua gerai perdana pada akhir 2025. Perluasan Fore Donut tidak hanya memperluas portofolio produk, tetapi juga memperkaya pengalaman pelanggan dengan produk handmade berbahan lokal yang mendapatkan sertifikasi halal pada Juli 2026. Penambahan gerai ini menandai langkah strategis untuk membawa merek Fore lebih dekat ke pelanggan di kota-kota utama Indonesia.
Fore Donut menandai langkah lanjut dengan rencana ekspansi ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandung, memperluas kehadiran merek di bandara dan kota-kota pasar utama. Strategi ini didorong oleh permintaan konsumen terhadap produk manis premium yang disajikan dengan kualitas bahan baku lokal. Dengan fokus pada kualitas, Fore Donut berupaya membangun daya tarik baru di area dengan mobilitas tinggi dan konsumen yang mengantisipasi opsi camilan berkualitas saat bepergian.
Kesimpulannya, ekspansi ritel Fore Coffee dan Fore Donut menunjukkan kombinasi inovasi produk, alokasi modal yang disiplin, dan fokus pada kepuasan pelanggan. Seiring logam emas para investor melahirkan kepercayaan, Array data dan analisis pasar lokal menunjukkan potensi perluasan yang berkelanjutan di berbagai kota, membentuk ekosistem merek yang saling memperkuat di segmen kopi premium terjangkau. Dengan strategi ini, Cetro Trading Insight melihat Fore sebagai contoh bagaimana merek lokal bisa mengubah dinamika pasar kopi Indonesia dengan pertumbuhan yang berkelanjutan.