FORE Kopi Indonesia Tbk Laba Bersih 2025 Naik 55% Meski Saldo Laba Masih Negatif; Dividen Dibatalkan

FORE Kopi Indonesia Tbk Laba Bersih 2025 Naik 55% Meski Saldo Laba Masih Negatif; Dividen Dibatalkan

trading sekarang

Di tengah dinamika industri kopi nasional, FORE Kopi Indonesia Tbk membukukan capaian yang mengejutkan pada 2025: laba bersih sebesar Rp90 miliar, melonjak 55% dibandingkan tahun sebelumnya, meski saldo laba masih negatif sekitar Rp177,79 miliar. Angka ini menunjukkan perusahaan mampu mengonversi pertumbuhan pendapatan menjadi hasil bersih meski posisi keuangan jangka panjang masih menimbang rugi akumulasi. Public expose pada 13 Mei 2026 menegaskan bahwa pembagian dividen untuk tahun buku 2025 tidak dilakukan karena saldo laba yang negatif.

Pendapatan perusahaan melonjak 44% menjadi Rp1,5 triliun, sejalan dengan upaya ekspansi dan peningkatan efisiensi operasional. Pertumbuhan top-line ini menjadi pendorong utama kenaikan laba bersih, meski beban keuangan dan akumulasi rugi tetap menjadi catatan bagi manajemen. Peningkatan skala ekonomi terlihat dari perbaikan marjin di lini operasional yang lebih efisien.

Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight, bagian riset dari Cetro Trading Insight, yang menilai momentum 2025 memberi sinyal positif bagi pemulihan keuntungan berkelanjutan jika likuiditas terjaga dan operasional tetap efisien. FORE menegaskan komitmen pada ekosistem gerai Fore Coffee Indonesia dengan fokus pada kualitas layanan dan pengalaman pelanggan. Tim kami menilai tren ini relevan bagi investor yang memantau dinamika ritel F&B di pasar domestik.

Ekspansi strategis menjadi motor utama pertumbuhan 2025: jumlah gerai Fore Coffee Indonesia naik menjadi 316 lokasi aktif, meningkat sekitar 37% dibanding akhir 2024. Pertumbuhan jaringan diperkuat oleh penempatan lokasi strategis, peningkatan kapasitas operasional, dan fokus pada layanan cepat saji yang sesuai selera konsumen. Perluasan ini juga sejalan dengan upaya perusahaan untuk memperkuat posisi merek di segmen kopi kenyamanan modern.

Selain perluasan gerai, EBITDA perusahaan meningkat 58% seiring perbaikan profitabilitas berkat peningkatan skala ekonomi. Efisiensi operasional dan manajemen biaya juga berkontribusi pada margin yang lebih baik meski tantangan laba bersih tetap ada. FORE menegaskan bahwa alokasi modal difokuskan pada penguatan rantai pasok dan kapasitas produksi untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Analisis kinerja ini menyoroti bahwa strategi ekspansi yang terencana bisa memulihkan profitabilitas jangka menengah, asalkan perusahaan menjaga efisiensi dan arus kas. Publikasi RUPST menunjukkan komitmen pada pertumbuhan berkelanjutan dengan fokus pada kualitas produk dan layanan. Cetro Trading Insight menilai bahwa dinamika pasar kopi ritel di Indonesia bisa memberi dukungan bagi margin jika tren pelanggan tetap kuat.

Dividen untuk tahun buku 2025 tidak dibagikan karena saldo laba negatif, sehingga kebijakan return modal ke pemegang saham tertahan hingga status keuangan melunak. Keputusan ini konsisten dengan laporan keuangan yang menekankan perlunya memperbaiki laba ditahan sebelum distribusi keuntungan. Kebijakan ini diharapkan menjaga likuiditas perusahaan sambil menyiapkan modal untuk ekspansi.

Presiden Direktur Vico Lomar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemegang saham atas kepercayaan dan dukungan mereka dalam RUPST, menegaskan bahwa perbaikan kinerja memberikan fondasi bagi kinerja di masa depan. Beliau juga menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga transparansi dan komunikasi reguler dengan pemegang saham dalam proses pemulihan keuangan.

Meski ada pembatalan dividen, indikator operasional menunjukan tren positif: laba bersih tumbuh, pendapatan naik, dan efisiensi meningkat. Dengan fokus pada ekspansi berkelanjutan dan peningkatan skala ekonomi, FORE diposisikan untuk melanjutkan momentum perbaikan keuangan di 2026 jika kondisi pasar tetap mendukung dan manajemen menjaga arus kas yang sehat.

banner footer