GBP/JPY menguat pada Senin, membalikkan tren korektif dua hari karena yen melemah seiring harga minyak yang lebih tinggi akibat ketegangan di Selat Hormuz. Dinamika ini diperparah oleh eskalasi geopolitik yang menambah tekanan pada biaya energi, yang secara tidak langsung mempengaruhi ekonomi Jepang yang sangat bergantung pada impor energi.
Secara teknikal, pada kerangka harian pasangan ini tetap menunjukkan bias bullish. Harga berada di atas 21-day SMA di 212.98 dan 100-day SMA di 211.21, keduanya menjadi landasan bias jangka pendek yang konstruktif. Indikator RSI berada di sekitar 60.82 dan masih menunjukan momentum positif tanpa sinyal overbought, sementara ADX di 18.90 mengindikasikan tren naik ada namun belum kuat.
Menjelang peristiwa ekonomi dan perkembangan geopolitik, skenario utama tetap menampilkan potensi kenaikan lebih lanjut asalkan harga mempertahankan posisi di atas level moving-average tersebut. Rentang 213.00–211.00 diperkirakan akan menarik minat pembeli kembali daripada menandakan pembalikan tren secara penuh. Analisa ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Krisis di Hormuz menahan harga minyak lebih tinggi, memberi tekanan pada ekonomi Jepang yang masih bergantung pada impor energi. Sementara itu, faktor risiko geopolitik juga berpotensi membentuk ekspektasi kebijakan moneter global, termasuk dampaknya terhadap sikap bank sentral utama. Di sisi Inggris, lonjakan biaya energi juga dapat mempengaruhi penentuan jadwal pemangkasan suku bunga Bank of England.
Di Jepang, pasar memperkirakan BoJ lebih cenderung menahan kenaikan suku bunga dalam pertemuan mendatang karena prospek pertumbuhan yang sempit akibat biaya impor yang lebih tinggi. Fading prospek penyelesaian konflik di Timur Tengah dalam waktu dekat memperumit penilaian inflasi dan jalur normalisasi kebijakan.
Untuk arah selanjutnya, kalender data pekan ini di Inggris mencakup beberapa rilis berpengaruh seperti data tenaga kerja, inflasi, dan penjualan ritel, sedangkan CPI nasional Jepang menjadi fokus bagi BoJ. Data tersebut dipandang dapat memberi sinyal tambahan untuk pandangan kebijakan kedua bank sentral dan mendorong pergerakan harga GBPJPY dalam beberapa hari mendatang.
Berdasarkan pembacaan teknikal, sinyal beli muncul dengan harga pasar sekitar 214.78. Rencana trading mengarahkan ke target profit sekitar 218.40 dan stop loss di 212.50, menjaga rasio risiko-imbangan di atas 1:1.5.
Disarankan untuk mengukur ukuran posisi secara hati-hati dan menggunakan stop loss yang tegas untuk melindungi modal. Selain itu, perhatikan volatilitas dan perubahan berita geopolitik yang dapat mengubah dinamika pasangan ini secara mendadak, serta sesuaikan rencana trading jika diperlukan.
Ringkasan strategi ini menekankan bahwa jika harga bertahan di atas level support kunci dan mengikuti sinyal teknikal, peluang upside tetap ada meskipun tetap perlu diwaspadai risiko eksternal.