GBP/JPY bergerak lebih tinggi pada perdagangan hari ini, mematahkan tren penurunan empat hari karena membaiknya sentimen risiko secara global. Kondisi ini didorong oleh minat pada aset berpendapatan tinggi seperti sterling, sementara yen melemah seiring ekspektasi risiko berkurang. Secara teknis, pasangan ini diperdagangkan di sekitar 210.82 dengan kenaikan sekitar 0.4 persen pada sesi ini.
Secara fundamental, pasar menilai data-data makro yang dirilis. PMI S&P Global Manufacturing Inggris untuk Maret berada di 51.0, lebih rendah dari estimasi 51.2 dan angka flash 51.4. Meski demikian, angka tersebut menandai ekspansi untuk bulan kelima berturut-turut. Rob Dobson, Direktur S&P Global Market Intelligence, menambahkan bahwa produksi manufaktur melemah karena ketegangan regional dan kebijakan domestik yang memengaruhi rantai pasokan.
Di Jepang, PMI manufaktur direvisi naik menjadi 51.6 pada Maret dari perkiraan 51.4. Tankan Large Manufacturing Index untuk perusahaan besar meningkat menjadi 17 untuk kuartal pertama, melampaui ekspektasi 16, dan indeks prospek turun menjadi 14 tetapi tetap di atas proyeksi 13. Kedua data ini menunjukkan momentum ekspansi meskipun tekanan biaya input dan volatilitas global.
Dalam konteks kebijakan moneter, Gubernur BoE Andrew Bailey menyatakan bahwa pasar bisa terlalu cepat menilai jalur kenaikan suku bunga. Ia menegaskan bahwa langkah kebijakan perlu sejalan dengan upaya menurunkan inflasi hingga target. Pelaku pasar dihadapkan pada ketidakpastian seputar respons terhadap lonjakan harga energi.
Di sisi kebijakan Jepang, pejabat BoJ menyoroti risiko stagflasi akibat kenaikan harga minyak yang membebani pertumbuhan. Toichiro Asada menyebut bahwa masalah stagflasi menjadi tantangan sulit bagi kebijakan moneter saat ini. Pernyataan ini menambah spekulasi mengenai jalur kebijakan yang akan ditempuh di masa mendatang.
Kedua data tersebut mencerminkan adanya momentum ekspansi meskipun ada tekanan inflasi dan biaya input, sehingga mempengaruhi dinamika mata uang yen terhadap pasangan GBPJPY.
Komentar Bailey menekankan bahwa pasar perlu kehati-hatian terhadap proyeksi kenaikan suku bunga, mengingat fokus pada solusi energi. Kebijakan jangka pendek BoE kemungkinan akan dipengaruhi oleh progres inflasi menuju target. Hal ini menambah ketidakpastian mengenai timing pergerakan kebijakan di masa mendatang.
BoJ juga menekankan bahwa kenaikan harga minyak meningkat inflasi sambil membebani pertumbuhan, memperkuat kasus kehati-hatian kebijakan. Para pejabat mengakui bahwa mengatasi stagflasi adalah tantangan utama bagi bank sentral Jepang. Jalur kebijakan selanjutnya akan bergantung pada perkembangan inflasi, nilai tukar, serta dinamika permintaan domestik.
Secara keseluruhan, prospek GBP/JPY tetap bergantung pada rilis data ekonomi berikutnya dan perubahan sentimen risiko global. Fokus investor sekarang adalah manajemen risiko dan konfirmasi teknikal untuk langkah berikutnya.