
GBP/JPY berhasil pulih setelah tiga hari penurunan, bergerak mendekati level 218,55 pada sesi Eropa hari ini. Pergerakan ini dipicu oleh dirilisnya data ketenagakerjaan Inggris yang menunjukkan penambahan 147 ribu pekerjaan baru. Sementara itu, tingkat pengangguran tetap di 4,9%, sesuai ekspektasi pasar. Pertumbuhan upah inti tanpa bonus tetap 3,4% YoY, sedangkan upah dengan bonus turun menjadi 4,3% YoY.
Data ketenagakerjaan yang relatif kuat memberikan ruang bagi Bank of England untuk menilai jalur kebijakannya tanpa ekspektasi kenaikan agresif. Pelemahan tugas upah meskipun tetap positif cenderung menahan risiko kenaikan suku bunga lebih lanjut dalam waktu dekat. Dalam konteks ini, sentimen GBP mendapat dukungan moderat karena peluang pengetatan kebijakan BoE menjadi lebih rendah.
Investor sekarang menantikan rilis data Consumer Price Index untuk Juni di Inggris pada hari Rabu. Jika CPI menunjukkan pelemahan yang lebih signifikan, apresiasi GBP bisa berlanjut; sebaliknya, volatilitas bisa meningkat menjelang data tersebut. Sementara itu, perhatian juga diarahkan ke CPI Jepang untuk Juni yang akan dirilis menjelang akhir pekan, karena pergerakan cross GBP/JPY bisa dipengaruhi oleh dinamika inflasi di kedua negara.
Kondisi pasar kerja Inggris tetap sehat meskipun inflasi berlanjut. Laporan ONS menunjukkan 147 ribu pekerjaan baru, jauh melampaui pembacaan sebelumnya. Sementara tingkat pengangguran stabil di 4,9%, angka-angka itu memberi dasar bagi pembahasan jalur kebijakan BoE.
Pertumbuhan upah inti tanpa bonus yang stabil di 3,4% YoY dan kenaikan upah termasuk bonus yang melambat ke 4,3% YoY menunjukkan beberapa pelemahan tekanan biaya tenaga kerja. Hal ini mengurangi kekhawatiran bahwa BoE perlu menaikkan suku bunga lebih agresif dalam waktu dekat. Investor menimbang bagaimana CPI Juni akan memengaruhi persepsi kebijakan tersebut.
Dengan fokus pasar pada data CPI Inggris Juni pada hari Rabu, serta CPI Jepang nanti, pergerakan GBP/JPY bisa tetap bergantung pada kejutan angka inflasi. Jika kedua negara menunjukkan pelemahan inflasi, ekspektasi kenaikan suku bunga bisa meredup, memberikan ruang lebih besar bagi pasangan mata uang untuk bergerak tanpa arah yang jelas.
Bagi trader, rebound GBP/JPY tidak menghadirkan sinyal teknikal yang kuat tanpa konfirmasi lebih lanjut. Struktur harga cenderung berubah-ubah karena pasar menimbang rilis inflasi, data ketenagakerjaan, dan pernyataan kebijakan.
Disarankan menunda posisi baru hingga data CPI Inggris dan Jepang dipublikasikan. Volatilitas bisa melonjak pada saat rilis, sehingga manajemen risiko menjadi kunci. Jika ada peluang, rencana trading sebaiknya mematuhi prinsip risk-reward minimal 1:1.5.
Cetro Trading Insight menekankan bahwa arah pasar akan tetap bergantung pada data inflasi. Jika sentimen berubah, strategi akan disesuaikan mengikuti indikator utama seperti volatilitas, moving averages, dan level support-resistance untuk menjaga risiko.