
GBP/USD melemah pasca rilis keputusan FOMC Juni ketika pedagang menimbang dampak kebijakan terhadap dolar. Bank sentral mempertahankan kisaran 3,50%–3,75% dan menghapus bias pelonggaran dalam proyeksi. Optimisme sempat meningkat mengenai arah moneter jika data AS tidak melunak, namun fokus pasar tetap tertuju pada bagaimana gelagat emisi SEP mempengaruhi ekspektasi suku bunga.
Pelaku pasar juga menimbang data inflasi Inggris yang lebih lemah dari perkiraan. Indikator CPI May naik hanya 0,2% secara bulanan, di bawah 0,4% yang diperkirakan, sedangkan inflasi inti tahunan turun menjadi 2,6% dari 2,7%. Sembilan bulan ke depan tetap menjadi fokus karena kombinasi angka ini menambah tekanan pada sterling sebelum rilis kebijakan BoE.
Reaksi awal pasar menyiratkan kemungkinan kenaikan suku bunga Fed pada September, didorong oleh respons pasar berkenaan proyeksi SEP dan pandangan yang lebih hawkish terhadap inflasi PCE 2026. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran menyeluruh kepada pembaca. Rilis tersebut juga mendorong imbal hasil Treasuri naik dan memberi dukungan pada dolar secara luas, sehingga GBP/USD tertekan lebih lanjut.
Kebijakan BoE yang akan dirilis Kamis menjadi focal point, dengan para analis memperkirakan Bank Rate tetap di 3,75% meskipun ada pergeseran hawkish yang kemungkinan ditunjukkan oleh voting. Pasar memperkirakan ada dua anggota yang mendukung kenaikan suku bunga dibandingkan satu pihak yang sebelumnya menahan. Meski CPI Inggris baru-baru ini lemah, perubahannya bisa membuat keputusan BoE sulit diprediksi.
Data domestik seperti ketenagakerjaan dan penjualan ritel juga akan menentukan arah Sterling menuju akhir minggu. Jika data menunjukkan momentum yang cukup untuk menjaga tekanan inflasi, skenario kenaikan BoE lebih mungkin terjadi. Sebaliknya, data yang lemah dapat menambah tekanan downside pada pound terhadap dolar AS.
Bias jangka pendek tetap bearish karena harga berada di bawah level 1,3300, dengan potensi penurunan lebih lanjut jika sentimen tidak berubah. Pergerakan di atas 1,3300 bisa menjadi sinyal koreksi terbatas, namun jika harga menembus bawah 1,3250, tujuan terdekat berada di sekitar 1,3200 dan lebih rendah lagi.
Level teknikal utama mencakup area resistance di 1,3300 dan 1,3350, sementara support terdekat berada di sekitar 1,3250 dan 1,3200. Kerangka waktu satu jam menunjukkan dinamika yang konsisten dengan bias menurun saat harga berada di bawah 1,3300. Pelaku pasar dianjurkan memantau reaksi pada break di sekitar level 1,3300 sebagai konfirmasi arah lanjut.
Sinyal perdagangan dari nuansa fundamental saat ini adalah jual dengan konfirmasi teknikal, mengingat tekanan turun dominan saat ini. Target relatif ditempatkan pada rentang 1,3150–1,3200, dan stop loss yang proporsional berada di atas 1,3365 untuk membatasi risiko. Rencana ini menjaga rasio risiko/imbalan sekitar 1:1.5 atau lebih sesuai dengan profil risiko pasar saat ini.
Manajemen risiko tetap penting; gunakan ukuran posisi yang sesuai dengan volatilitas, hindari overtrading, dan perhatikan rilis data ekonomi utama yang bisa memicu lonjakan volatilitas. Jika harga menembus 1,3250, target berikutnya bisa menguji 1,3200 atau lebih rendah tergantung dinamika rilis data dan sentimen pasar terhadap dolar.