
GBP/USD dibuka minggu ini dengan lonjakan risiko yang tajam menuju level sekitar 1.3450 setelah ada berita gencatan senjata AS-Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Kenaikan tersebut memperkuat sentimen berisiko dan mendorong beberapa mata uang yang sensitif terhadap risiko. Namun pergerakan itu kemudian sepenuhnya mengalami pembalikan dan akhirnya berada hampir di level pembuka sekitar 1.3400.
Data ekonomi AS yang lemah seperti Empire State Manufacturing Index dan produksi industri naik tipis tidak cukup memberi dolar dukungan kuat, meski pasar menilai bahwa FOMC minggu ini bisa mengubah arah kebijakan. Sinyal dari data ini cenderung membatasi lonjakan dolar, sementara ekspektasi terkait keputusan FOMC menambah volatilitas dalam pasangan GBP/USD.
Analisis dari Cetro Trading Insight menunjukkan bahwa pasar juga menimbang bahwa faktor domestik Inggris belum menawarkan katalis kuat, sehingga pergerakan Pound lebih bergantung pada arah dolar secara umum. Dengan demikian, tren jangka pendek cenderung bergantung pada bagaimana pasar menafsirkan langkah BoE dan pandangan dolar pasca pengumuman FOMC.
Secara teknikal, GBP/USD sedang terjepit dalam rentang yang mengecil di grafik harian. Harga penutupan hari Senin berada tepat di atas rata-rata peredaran 200-hari di sekitar 1.3400, sementara 50-EMA mendekati pada 1.3450, membatasi pergerakan naik menuju 1.3450 ke atas. Kedua moving average ini menunjukkan konsolidasi yang biasanya diikuti pelonjakan volatilitas.
Stochastic RSI berada di level menengah sekitar 44, mencerminkan kondisi netral yang sesuai dengan pola penahanan saat ini. Pivot utama berada di 1.3400, sehingga arah minggu ini bisa ditentukan oleh tindakan harga yang melewati level kunci tersebut. Level ini menjadi pusat perhatian bagi trader yang menunggu sinyal dari FOMC.
Para analis menekankan bahwa dinamika di atas area 1.3450 dapat menjadi titik pengganti jika ada kejutan hawkish dari bank sentral. Namun jika sentimen dolar tetap kuat dan data domestik Inggris tidak menunjukkan tekanan inflasi lebih lanjut, hari-hari ke depan bisa bergerak perlahan menuju 1.3400 sebagai inti rentang pasar.
Menurut Cetro Trading Insight, risk sentiment pada awal pekan telah memberikan sinyal volatilitas yang cukup, tetapi arah jangka pendek tampak cenderung bearish untuk pasangan GBP/USD. Para pelaku pasar perlu mencermati rilis UK CPI pada hari Rabu serta keputusan dan proyeksi Fed pada hari Rabu malam. Kedua momen itu berpotensi menggiring pergerakan pasangan ini lebih lanjut.
Analisis teknikal mendukung pandangan bahwa pergerakan menuju 1.3400 adalah skema yang paling mungkin jika suku bunga tidak mengalami kejutan negatif dari data UK atau komentar BoE. Dalam skema tersebut, level 1.3350 bisa menjadi target jika tekanan turun berlanjut, sementara garis resistensi di sekitar 1.3450 dan 1.3500 bisa menjadi area berhenti bagi posisi long yang gagal menembus.
Strategi risiko-reward yang disarankan adalah short GBP/USD dengan open di sekitar 1.3450, target di 1.3350, dan stop di 1.3470. Skema ini memenuhi rasio minimal 1:1.5 karena jarak TP sekitar 100 pips dan stop sekitar 20 pips. Ini sejalan dengan fokus pasar yang mengarahkan tekanan pada dolar jika ekspektasi FOMC menguat.