GBP/USD Kokoh di Dekat Level Tertinggi 6 Bulan Jelang Data AS dan Pidato Fed

GBP/USD Kokoh di Dekat Level Tertinggi 6 Bulan Jelang Data AS dan Pidato Fed

Signal GBP/USDBUY
Open1.364
TP1.378
SL1.354
trading sekarang

Pound Sterling terpantau berkonsolidasi di dekat level tertinggi dalam enam bulan terakhir pada kisaran 1.3675. Penguatan ini didorong oleh membaiknya selera risiko (risk appetite) pelaku pasar global setelah adanya perkembangan positif dari kawasan Timur Tengah. Selain itu, para investor saat ini tengah bersikap waspada menantikan rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat serta pidato krusial dari Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, dalam simposium Jackson Hole mendatang.

Pasangan mata uang GBP/USD saat ini diperdagangkan pada level 1.3638, bergerak relatif stabil tanpa banyak perubahan dari penutupan sebelumnya. Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) terpantau bergerak flat di sekitar area 98.93 dengan pelemahan tipis sebesar 0.04%. Minimnya pergerakan DXY ini menunjukkan bahwa pasar sedang menahan diri dan mencari kepastian arah kebijakan moneter selanjutnya dari bank sentral AS.

Tim analis Cetro Trading Insight menilai bahwa meredanya ketegangan geopolitik turut memberikan angin segar bagi aset-aset berisiko. Kunjungan petinggi militer Pakistan ke Iran yang membawa proposal de-eskalasi di Selat Hormuz dianggap memberikan harapan baru bagi stabilitas perdagangan energi global. Hal ini secara langsung mengurangi tekanan terhadap mata uang safe-haven dan menyokong mata uang mayor seperti Poundsterling.

Data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat menunjukkan hasil yang bervariasi namun tetap mengindikasikan ketahanan ekonomi. Rilis Izin Mendirikan Bangunan (Building Permits) bulan Juli tumbuh sebesar 4.3% secara bulanan menjadi 1.433 juta unit, membalikkan kontraksi bulan sebelumnya meskipun sedikit di bawah estimasi pasar. Di sektor ketenagakerjaan, rata-rata klaim kerja 4 mingguan dari ADP mencapai 11.75K, melampaui data historis sebelumnya di angka 9.5K.

Di sisi lain, kepercayaan konsumen AS yang dirilis oleh Conference Board tercatat berada di level 89.4, sedikit meleset dari perkiraan analis yang memproeksikan angka 90.2. Meskipun demikian, laporan tersebut mengindikasikan bahwa pandangan rumah tangga terhadap kondisi bisnis saat ini mengalami perbaikan moderat. Sentimen hawkish juga disuarakan oleh Presiden Fed Boston, Susan Collins, yang menekankan bahwa tingkat inflasi saat ini masih terlalu tinggi dan stabilitas harga tetap menjadi prioritas utama.

Dari Inggris, fokus pasar tertuju pada rencana pertemuan Perdana Menteri Burnham dengan Presiden AS Donald Trump pada sidang umum PBB mendatang. Dukungan terhadap Pound Sterling juga ditopang oleh ekspektasi pasar uang yang memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga oleh Bank of England (BoE) pada akhir tahun ini. Berdasarkan data Prime Terminal, pelaku pasar telah mengantisipasi kenaikan suku bunga penuh menjelang pertemuan kebijakan Desember.

Berdasarkan grafik harian, pasangan GBP/USD masih mempertahankan bias bullish yang konstruktif karena bergerak di atas kluster Simple Moving Average (SMA) di kisaran 1.3404. Pasangan mata uang ini juga sukses merebut kembali garis tren lama yang kini berfungsi sebagai support dinamis di sekitar level 1.3491 dan 1.3398. Struktur pergerakan harga saat ini menunjukkan dominasi pembeli yang masih cukup kuat di pasar forex.

Indikator Relative Strength Index (RSI) periode 14 saat ini berada di level 69.5, mendekati area jenuh beli (overbought). Kondisi ini mengindikasikan bahwa momentum kenaikan masih sangat kuat meskipun ada potensi konsolidasi jangka pendek sebelum melanjutkan reli. Jika momentum beli berlanjut, area resistance horizontal berikutnya yang perlu ditembus berada pada level 1.3676 untuk membuka jalan menuju kenaikan yang lebih tinggi.

Sebaliknya, apabila terjadi aksi ambil untung atau koreksi teknikal, area support terdekat yang akan diuji berada di sekitar garis tren naik pada level 1.3625. Penurunan di bawah level tersebut dapat mengarahkan GBP/USD menuju area demand yang lebih kuat pada kisaran 1.3491 hingga zona SMA di 1.3404. Bagi para trader yang memantau pergerakan ini melalui aplikasi Cetro, disarankan untuk tetap memperhatikan rilis data ekonomi AS guna mengantisipasi volatilitas mendadak.

banner footer