
GBP/USD sedang menunjukkan kekuatan menuju level sekitar 1.3610 dalam sesi perdagangan Eropa. Keputusan BoE untuk mempertahankan suku bunga di 3.75% diambil dengan suara 8-1 dan menegaskan bahwa langkah lanjut tetap tergantung pada dinamika inflasi. Gubernur BoE, Andrew Bailey, menggarisbawahi bahwa peningkatan inflasi karena harga energi bisa memicu kenaikan suku bunga bila diperlukan, dan menekankan bahwa menunggu efek kejutan kedua bisa terlalu terlambat.
Lonjakan harga energi dapat mendorong tekanan inflasi berkelanjutan, yang berpotensi memicu pengetatan kebijakan lebih lanjut. Sementara itu, pernyataan ini juga memberi dukungan pada pound saat dolar AS kembali melemah, memperlihatkan pergeseran secara relatif terhadap indeks dolar yang mendekati tekanan rendah dua digit. Secara umum, pergerakan kurs diperkirakan dipengaruhi oleh sentimen risiko dan dinamika volatilitas pasar global.
Investors juga menantikan data PMI Manufaktur ISM AS untuk April yang akan diterbitkan pada pukul 14:00 GMT, dengan ekspektasi sekitar 53.0, lebih tinggi dari 52.7 pada bulan Maret. Rilis data ini diperkirakan akan mempengaruhi arah jangka pendek pasangan mata uang ini terhadap sentimen risiko dan arus modal pasar. Kedua faktor ini bisa menambah volatilitas pada beberapa sesi perdagangan mendatang.
Secara teknikal, GBP/USD mempertahankan bias bullish dengan harga berada sekitar 1.3610 dan berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari (EMA) pada 1.3491 serta di level retracement 50% dari gelombang 1.3159–1.3870 di 1.3514. RSI (14) berada di sekitar 60.3, berada di wilayah positif tanpa sinyal oversold atau overbought saat ini, sehingga momentum pembelian masih bisa berlanjut. Penutupan di atas level tersebut meningkatkan keyakinan bahwa potensi kenaikan masih terbuka.
Klaim bahwa harga bisa melangkah lebih tinggi jika mampu mempertahankan di atas retracement 61,8% di 1.3600. Jika situasi berlanjut, target berikutnya berada di level retracement 78,6% sekitar 1.3717 dan zona tinggi siklus di sekitar 1.3870. Ini menunjukkan potensi pergerakan ke atas yang lebih lanjut dalam jangka pendek.
Di sisi bawah, dukungan awal berada di 1.3514 (50% retracement) dan EMA 20 hari di 1.3491. Rentang dukungan berikutnya berada di 1.3430 (38,2% retracement) dengan level Fibonacci tambahan di 1.3327 dan 1.3159 untuk menjaga tren kenaikan luas jika terjadi koreksi.
Bagi trader yang memantau peluang jangka pendek, peluang beli muncul jika GBP/USD bertahan di atas 1.3600. Target pertama berada di sekitar 1.3717 dan potensi lanjut menuju 1.3870. Stop-loss di sekitar 1.3514 membantu mengendalikan risiko sambil memanfaatkan momentum bullish.
Kondisi teknikal saat ini menunjukkan bahwa kenaikan lebih lanjut didukung oleh harga yang berada di atas EMA dan level retracement yang kunci. Break di atas 1.3600 akan memberikan konfirmasi lebih lanjut untuk gerak bullish ke 1.3717 dan 1.3870. Skenario koreksi akan menguji dukungan di 1.3514 dan 1.3491 sebelum melanjutkan tren naik jika fundamental tetap mendukung.
Sebagai catatan, pembaca perlu memantau rilis PMI AS, pernyataan BoE lebih lanjut, serta perubahan likuiditas pasar. Risiko turun lebih dari yang diharapkan bisa mengubah arah secara mendadak. Rencana manajemen risiko yang kuat diperlukan untuk menjaga eksposur posisi tetap terkontrol.