USD menguat karena risiko geopolitik yang tetap membayangi, membuat investor mencari perlindungan pada mata uang paling likuid. Kekhawatiran inflasi juga membatasi prospek pemangkasan suku bunga The Fed dan memberi dukungan tambahan bagi greenback. Di saat yang sama, proyeksi pasar menahan GBPUSD karena fokus pada volatilitas geopolitik dan aliran berita regional.
Kejatuhan kembali dolar mendorongnya menjadi penopang utama pasar keuangan, terutama setelah Iran menegaskan bahwa perang bukan akhir dari situasi tersebut. Aksi ini mengembalikan permintaan terhadap aset aman seperti USD dan menambah beban pada pasangan GBPUSD. Sementara itu, gangguan pasokan melalui Jalur Hormuz juga menjadi faktor pendukung kenaikan volatilitas harga minyak.
Para trader menantikan pidato BoE Governor Andrew Bailey yang memberi isyarat arah kebijakan di masa mendatang. Di samping itu, data inflasi CPI, indikator PCE, dan GDP Inggris yang akan dirilis pekan ini diperkirakan akan mempengaruhi arah GBPUSD. Meski begitu, fokus tetap tertuju pada perkembangan geopolitik yang bisa menambah fluktuasi di pasar valuta asing.
Repricing ekspektasi suku bunga di Bank of England menunjukkan potensi dukungan bagi GBP. Pasar saat ini memperkirakan sekitar 70% peluang kenaikan suku bunga pada akhir tahun, meskipun jalurnya tetap tidak pasti. Hal itu menciptakan bias pendukungan bagi GBP dalam kisaran tertentu.
Perkembangan harga minyak dan potensi gangguan pasokan menambah tekanan pada inflasi dan mempengaruhi skema pemotongan suku bunga The Fed. Inflasi yang lebih tinggi memberi ruang bagi risiko kebijakan moneter AS tetap berhati-hati. Implikasinya adalah GBP bisa mendapatkan peluang saat inflasi dikendalikan sementara risiko geopolitik tetap membebani dinamika pasar.
Investors siap menilai data utama seperti CPI, PCE, dan GDP Inggris untuk menilai keseimbangan risiko. Sementara itu, pidato Guvernor BoE Andrew Bailey pada hari Kamis diharapkan memberikan arahan baru bagi pasar. Kondisi geopolitik yang berkelanjutan menambah faktor volatilitas dan membuat perdagangan GBPUSD lebih menantang.
Risiko geopolitik tetap menjadi faktor utama pada pergerakan pasar. Pernyataan Iran dan respons regional dapat memperkuat permintaan untuk dolar sebagai safe-haven dan menambah volatilitas GBPUSD. Pelaku pasar tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan arah karena ketidakpastian ini.
Penetapan pasokan minyak melalui Hormuz juga berpotensi memicu perubahan pada dinamika inflasi global dan pola pemotongan suku bunga bank sentral. Kabar terkait energi cenderung meningkatkan volatilitas di kedua sisi pasar mata uang dan dapat mengubah ritme perdagangan.
Secara umum, cerita pasar masih cenderung sideways dengan peluang intraday untuk pembelian apabila GBPUSD turun mendekati level teknikal. Namun tanpa konfirmasi dari data atau pernyataan kebijakan, sinyal trading tetap rendah kekuatannya. Investor disarankan memantau data ekonomi dan pernyataan pejabat bank sentral untuk mendapatkan arah lebih jelas.