GBP/USD Menguat Didukung Kekhawatiran Independensi Fed dan Menantikan Data CPI AS

GBP/USD Menguat Didukung Kekhawatiran Independensi Fed dan Menantikan Data CPI AS

GBP/USD menguat sekitar 1,3470 pada awal sesi Eropa hari Selasa, menandai pergerakan positif meski risiko pasar masih berfluktuasi. Pergerakan ini didorong oleh melemahnya dolar AS terhadap sterling setelah berkembangnya kekhawatiran mengenai independensi The Fed. Para pelaku pasar menanti data inflasi IHK AS bulan Desember untuk memberi petunjuk arah berikutnya bagi kebijakan moneter.

Spekulasi mengenai independensi The Fed menjadi faktor utama yang menekan dolar. Pada hari Minggu, pernyataan dari Ketua Fed terkait proyek renovasi di markas Fed menimbulkan kekhawatiran bahwa tekanan eksternal bisa memengaruhi hak suara kebijakan. Narasi politik seputar The Fed menambah volatilitas di pasar.

Bank of England memangkas suku bunganya menjadi 3,75% pada pertemuan kebijakan bulan Desember dan para pejabat menilai bahwa pemotongan lebih lanjut bisa terjadi di 2026 seiring pelonggaran inflasi dan kelemahan pasar tenaga kerja Inggris. Sikap dovish BoE diperkirakan memberikan potensi tekanan pada Cable jika pelaku pasar menimbang pemangkasan lebih lanjut. Sementara itu, para analis menantikan data inflasi AS untuk memandu jalur suku bunga The Fed dan arah pasangan mata uang utama.

Kebijakan BoE dan Implikasinya bagi Cable

Para pelaku pasar memperkirakan bahwa kebijakan BoE akan menahan suku bunga pada pertemuan Februari, dengan potensi pemotongan 0,25% yang kemungkinan muncul pada Maret atau April tahun ini. Proyeksi ini didasari oleh laju inflasi yang melambat dan kelemahan kondisi pasar tenaga kerja Inggris. Dalam konteks itu, sentimen terhadap Cable bisa berubah jika data AS mengejutkan ke arah yang berbeda.

Hubungan antara kebijakan The Fed dan pergerakan USD juga menjadi fokus, karena isu independensi menambah dinamika sentimen risiko. Meskipun begitu, pasar tetap menunggu arah kebijakan AS tentang inflasi dan suku bunga untuk menjaga keseimbangan antara risiko ekonomi dan tekanan valuta asing. Secara praktis, strategi trading di GBPUSD perlu mengikuti rilis data IHK AS yang akan mengubah harapan terhadap jalur kebijakan The Fed.

Investor menantikan rilis inflasi AS bulan Desember untuk petunjuk jalur kebijakan bank sentral. Angka IHK utama dan inti diperkirakan naik sekitar 2,7% secara YoY pada Desember, memberikan gambaran mengenai tekanan harga di ekonomi terbesar dunia. Hasilnya bisa menambah atau mengurangi volatilitas harga di GBPUSD dan membentuk bias tren menuju sesi berikutnya.

Data IHK AS dan Jalur Suku Bunga

Data CPI AS bulan Desember menjadi fokus utama pasar karena dapat mengubah persepsi jalur kebijakan The Fed. Investor menimbang apakah momentum pengetatan berlanjut atau menahan diri jika inflasi menunjukkan perlambatan. Secara umum, perkembangan CPI bisa mempengaruhi arah dolar terhadap mata uang utama, termasuk GBP.

Angka IHK utama dan inti diperkirakan naik sekitar 2,7% YoY pada Desember, memberikan gambaran mengenai tekanan harga di ekonomi terbesar dunia. Jika realisasi sesuai ekspektasi, ekspektasi jalur kebijakan The Fed bisa mempertajam atau mengubah bias perdagangan GBPUSD dalam jangka pendek. Investor akan menilai bagaimana data tersebut mempengaruhi rencana pengetatan di sisa tahun.

Dalam skenario lain, volatilitas dapat meningkat jika angka CPI menyajikan kejutan. Pergerakan GBPUSD berpotensi menguji resistance di sekitar 1,3470–1,3500 jika dolar melemah lebih lanjut, atau menembus support jika inflasi AS menyiratkan perlambatan lebih kuat. Secara manajerial, para trader perlu menyesuaikan manajemen risiko dengan dinamika rilis data yang datang.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image