
Keputusan Bank of England (BoE) pada rapat minggu lalu menetapkan suku bunga Bank Rate 3,75% dengan suara 8-1 untuk menahan kebijakan. Kebijakan ini mencerminkan kehati-hatian atas kondisi energi dan volatilitas harga minyak, meski beberapa anggota MPC menunjukkan kesiapan untuk menaikkan suku bunga jika tekanan energi meningkat. Pasar menilai bahwa dinamika ini menjaga volatilitas di pasar mata uang, termasuk pasangan GBP/USD.
Kalender ekonomi Inggris pekan ini cukup datar, sehingga pergerakan Sterling banyak dipengaruhi oleh sentimen risiko global dan aliran dolar AS. Tanpa katalis domestik yang kuat, Sterling cenderung mengikuti arah risiko atau penguatan dolar jika sentimen pasar bertambah risk-on. Hal ini berarti pergerakan cable bisa lebih responsif terhadap pergerakan risiko global daripada faktor-faktor domestik saja.
Dari sisi teknikal, GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1.3532 dengan bias bearish intraday pada sesi singkat tadi karena pair turun dari pembukaan harian di 1.3582. Di chart harian, tren masih terlihat konstruktif karena harga masih berada di atas EMA 50 hari di 1.3456 dan EMA 200 hari di 1.3367. Stochastic RSI berada di area menengah sekitar 49, menandakan momentum kenaikan sedang melemah, tetapi belum ada sinyal pembalikan yang jelas; level 1.3456 dan 1.3600 tetap menjadi area penting untuk diperhatikan.
Fokus utama pasar pekan ini adalah rilis Non-Farm Payrolls (NFP) AS yang diperkirakan tumbuh sekitar 60 ribu pekerjaan, menurun tajam dibandingkan pembacaan sebelumnya sebesar 178 ribu. Data NFP yang lemah dapat memberikan tekanan pada dolar AS karena memicu spekulasi bahwa pertumbuhan tenaga kerja melambat. Sebaliknya, jika angka NFP lebih kuat dari ekspektasi, dolar bisa menguat lagi meski arahnya bergantung pada kebijakan lanjutan bank sentral.
Selain NFP, publikasi lain seperti ISM Services PMI, JOLTS Job Openings, dan ADP private payrolls akan memberi gambaran awal mengenai kondisi pasar tenaga kerja. Data ini membantu investor menilai tekanan inflasi dan dinamika pertumbuhan ekonomi, sehingga mempengaruhi ekspektasi kebijakan moneter selanjutnya. Pasar menganalisis bagaimana kejutan data tenaga kerja dapat memicu volatilitas mata uang utama, termasuk GBP/USD.
Jika payroll AS menunjukkan pelemahan, dolar bisa melemah terhadap banyak pasangan, memberi ruang bagi GBP/USD untuk lebih banyak mengalami pergerakan ke arah kenaikan. Namun, tanpa katalis domestik tambahan di Inggris, pergerakan pound bisa terbatas pada kisaran karena faktor risiko global lebih dominan. Secara keseluruhan, dinamika NFP tetap menjadi penentu utama arah pasangan ini dalam beberapa hari mendatang.
Analisa teknikal pada gambar 15-menit menunjukkan GBP/USD diperdagangkan sekitar 1.3532 dengan bias intraday lebih cenderung turun. Harga didorong turun dari pembukaan sesi harian di 1.3582, menandakan tekanan jual yang berlanjut pada sesi Eropa. Namun, pola ini belum mengubah tren jangka menengah yang masih tampak positif karena harga berada di atas level penting.
Pada kerangka harian, pasangan ini mempertahankan bias konstruktif dengan harga berada di atas EMA 50 hari di 1.3456 dan EMA 200 hari di 1.3367. Stochastic RSI menunjukkan posisi di kisaran menengah sekitar 49, mengindikasikan momentum upside yang melunak namun belum mencapai kondisi overbought. Ruang pergerakan cenderung terbatas tanpa adanya break teknikal signifikan di dekat level saat ini.
Rencana perdagangan yang disarankan adalah mengambil posisi long jika price mampu menutup di atas 1.3532 dengan target di 1.3600 dan stop di 1.3500. Break di atas 1.3600 mengindikasikan potensi lanjut ke area resistance yang lebih tinggi, sementara jika price turun menembus 1.3367, risiko koreksi bisa meningkat. Secara keseluruhan, citra teknikal tetap mendukung peluang bullish asalkan harga tetap berada di atas EMA utama.