GBP/USD Merosot ke 1,3610; BoE Sinyal Pemotongan Suku Bunga dan Implikasi Menjelang Data NFP AS

GBP/USD Merosot ke 1,3610; BoE Sinyal Pemotongan Suku Bunga dan Implikasi Menjelang Data NFP AS

trading sekarang

GBP/USD merosot ke sekitar 1,3610 pada pembukaan sesi Asia, mencerminkan tekanan terhadap Pound akibat ekspektasi pemotongan suku bunga. Pasar menyerap sinyal bahwa kebijakan Bank of England kemungkinan berjalan pada jalur penurunan bertahap, sehingga keliatan mengurangi daya tarik GBP. Para pedagang juga memantau pernyataan pejabat BoE dan pandangan pelaku pasar mengenai arah suku bunga di masa mendatang. Sinyal-sinyal ini dapat membatasi pergerakan pasangan ini dalam jangka pendek.

Bank of England mempertahankan suku bunga di 3,75% pada pertemuan awal 2026, namun menunjukkan kemungkinan tinggi pemotongan dalam waktu dekat. Bank sentral menegaskan bahwa kebijakan moneter sedang disusun untuk memastikan inflasi tidak hanya mencapai 2% tetapi tetap berkelanjutan di level itu. Beberapa analis memperkirakan langkah pemotongan berikutnya akan datang pada bulan Maret, dengan proyeksi bahwa suku bunga terminal bisa sekitar 3,00% pada pertengahan 2027.

Di sisi pasar, sentimen telah terdorong oleh potensi ketidakpastian politik di Inggris yang secara tidak sengaja memberi tekanan pada Cable. Rumor bahwa Perdana Menteri Keir Starmer bisa mundur menambah volatilitas pasangan mata uang ini. Sementara itu, para pedagang menantikan rilis data ketenagakerjaan AS yang tertunda untuk memberi arah tambahan, terutama terhadap dinamika antara dolar dan mata uang utama lainnya.

Rilis laporan ketenagakerjaan AS untuk Januari yang tertunda menjadi fokus utama bagi pelaku pasar pada minggu ini. Rilisnya dinilai kritis untuk menilai daya tahan ekonomi dan arah kebijakan moneter Federal Reserve. Menurut wawasan dari Cetro Trading Insight, investor siap menimbang angka-angka tersebut dengan hati-hati karena data bisa menambah volatilitas jika berbeda dari ekspektasi.

Para analis memperkirakan bahwa ekonomi AS menambah sekitar 70.000 pekerjaan pada Januari, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap di sekitar 4,4% untuk periode tersebut. Angka-angka ini jika lebih lemah dari konsensus berpotensi menekan USD dan membatasi penurunan untuk pasangan mata uang utama. Namun, jika data lebih kuat dari perkiraan, USD bisa menguat lebih lanjut dan memberi tekanan tambahan pada pasangan FX utama.

Secara keseluruhan, para pelaku pasar menilai bahwa dinamika data AS akan menjadi penentu arah bagi GBP/USD pada musim ini. Perubahan pada yield, imbal hasil obligasi, dan prospek kebijakan Federal Reserve akan berperan besar dalam membentuk likuiditas dan volatilitas. Investor disarankan memperhatikan komentar pejabat kebijakan moneter dan pergeseran ekspektasi pasar terkait jalur suku bunga di kedua belah pihak.

broker terbaik indonesia