
GBP/USD mengalami pembalikan sekitar 50 pips setelah celah bearish di pembukaan pekan baru, dan berhasil menyentuh ulang level sekitar 1.3600 saat sesi Asia berlangsung. Pergerakan ini muncul di tengah ketidakpastian geopolitik yang tetap membayangi serta ekspektasi kebijakan moneter The Federal Reserve yang lebih hawkish. Pasar juga menimbang dampak fluktuasi dolar AS sebagai penahan utama arah pasangan ini.
Dalam pandangan makro, para pemangku kepentingan menilai risiko geopolitik berlanjut meski ada upaya meredakan ketegangan. Pihak berwenang di AS dan sekutu regionalnya berusaha menjaga ketegasan kebijakan. Sementara itu, faktor fiskal dan moneter di Inggris, khususnya sinyal BoE terkait kenaikan suku bunga jika inflasi masih persisten, juga menjadi penentu terbatasnya penurunan harga.
Media kita, Cetro Trading Insight, menekankan bahwa pergerakan jangka pendek lebih dipengaruhi oleh faktor USD dan dinamika geopolitik daripada data ekonomi lokal yang tak mendominasi pasar pada saat ini. Katalis teknis seperti rebound harga tidak cukup untuk mengubah arah tren tanpa adanya konfirmasi follow-through yang kuat. Pasar tampaknya menunggu sinyal lebih lanjut sebelum mengambil posisi.
Ketegangan antara AS dan Iran terkait program nuklir, serta pembicaraan soal akses Selat Hormuz, kembali menambah risiko geopolitik dan mendorong USD sebagai aset lindung nilai. Pembicaraan damai ditolak kedua pihak menambah volatilitas dan menahan potensi pergerakan GBP terhadap USD. Risiko ini membuat pelaku pasar berhati-hati menghadapi potensi lonjakan volatilitas di pasar mata uang.
Di sisi lain, lonjakan harga minyak dan kekhawatiran inflasi turut menjadi penggerak pendukung dolar, terutama jika data ekonomi AS menunjukkan momentum tetap kuat. Perhatian investor tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS yang dirilis minggu lalu, yang memberikan dukungan bagi pandangan Federal Reserve yang hawkish dan meningkatnya imbal hasil obligasi AS. Semua ini memberi tekanan pada GBP untuk mempertahankan posisi relatifnya.
Di Inggris, tekanan politik mulai mereda setelah hasil pemilu lokal dan pemilihan parlemen di Skotlandia dan Wales memberi kepercayaan pada posisi PM. BoE telah memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga bisa menjadi pilihan jika inflasi tetap bertahan, sebuah sinyal yang menambah dukungan pada mata uang Sterling sekaligus menambah risiko bagi GBPUSD ketika pergerakan dolar sedang dominan. Investor juga mempertimbangkan timing kebijakan dan respons pasar terhadap komentar pejabat BoE.
Sejumlah data ekonomi penting pada minggu ini tidak terlalu relevan untuk GBPUSD, sehingga pergerakan spot harga cenderung mengikuti arah dolar AS dan berita geopolitik yang muncul. Pasar terlihat berada dalam kisaran yang luas setelah pergerakan awal pekan, dan pelaku pasar lebih fokus pada konfirmasi arah berikutnya. Dalam konteks ini, strategi berhati-hati dan menunggu sinyal yang lebih jelas disarankan.
Sebagai catatan tambahan, dinamika politik di Inggris masih menjadi faktor penting. Dukungan pada kebijakan moneter yang lebih hawkish dari BoE meningkatkan peluang pengetatan lebih lanjut jika inflasi tetap tinggi. Namun, arah jangka pendek GBPUSD akan tetap dipengaruhi oleh sentimen risiko global dan aksi dolar.
Kesimpulannya, saat ini tidak ada sinyal trading yang jelas untuk posisi long atau short. Pembaca kami disarankan memanfaatkan konfirmasi follow-through yang kuat sebelum mengambil langkah apa pun. Cetro Trading Insight akan terus memantau berita geopolitik, data ekonomi, dan isyarat teknikal untuk menginformasikan pembaca secara tepat.