GBP/USD stabil mendekati level 1.3510 pada sesi Asia. Harga pasangan mata uang ini terlihat datar meskipun ada dinamika data ekonomi global. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami faktor utama yang mempengaruhi pergerakan pasangan mata uang ini.
Dolar AS menguat didorong oleh data penjualan ritel yang lebih kuat dari ekspektasi. Retail Sales March naik 1.7 persen mom, melebihi konsensus sebesar 1.4 persen. Pertumbuhan ini memperkuat posisi dolar terhadap mayoritas mata uang utama dan memberi sinyal bahwa konsolidasi GBPUSD bisa bertahan sementara.
Secara teknikal, pergerakan GBPUSD cenderung tetap terbatas di kisaran sekitar 1.3510. Investor menunggu konfirmasi arah dari data inflasi Inggris yang akan dirilis nanti, sambil mempertimbangkan dinamika kebijakan moneter global. Perkembangan dolar AS dan faktor geopolitik menambah ketidakpastian sehingga peluang trading masih rendah tanpa sinyal teknikal yang jelas.
Ketidakpastian atas kelanjutan pembicaraan antara AS dan Iran membayangi pasar valuta asing. Laporan menunjukkan bahwa Trump memperpanjang gencatan senjata hingga ada kemajuan dalam negosiasi. Sementara itu, kunjungan Wakil Presiden yang direncanakan ke Islamabad dibatalkan setelah Iran memberi tahu bahwa mereka tidak akan menghadiri pertemuan.
Pergeseran kebijakan dan retorika dari pihak berwenang menambah volatilitas bagi pelaku pasar. Pasar juga memperhatikan laporan bahwa kapal-kapal Iranian tetap diblokade serta rencana untuk putaran kedua negosiasi yang tampak rapuh. Momen ini membuat arah GBPUSD lebih bergantung pada sentimen risiko global ketimbang data ekonomi lokal semata.
Di sisi lain, dolar AS mendapat dukungan ketika risiko geopolitik meningkat dan data fundamental AS menunjukkan kekuatan. Namun dinamika pasar internasional membuat arah jangka pendek GBPUSD tidak dapat dipastikan. Dengan demikian, para trader disarankan berhati-hati karena volatilitas dapat meningkat jika ada pernyataan atau langkah baru dari pihak terkait.
Di UK, data tenaga kerja menampilkan gambaran campuran. ILO unemployment rate turun menjadi 4.9 persen, mengalahkan ekspektasi 5.2 persen. Namun Claimant Count meningkat 26.8 ribu dan 3 bulan Employment Change melambat menjadi 25 ribu, menunjukkan nuansa mixed untuk pasar tenaga kerja.
Fokus para pelaku pasar sekarang beralih ke rilis Consumer Price Index March yang diperkirakan naik menjadi 3.3 persen secara YoY, sementara Core CPI diharapkan tetap di 3.2 persen. Data ini akan menjadi pendorong utama bagi volatilitas GBPUSD dan respons kebijakan Bank of England. Investor juga memerhatikan bagaimana pembayaran inflasi ini akan mempengaruhi prospek suku bunga.
Secara keseluruhan, data ini berpotensi menambah volatilitas pada GBPUSD. Arah pasangan akan sangat bergantung pada respons dolar AS dan progres negosiasi Iran-AS. Pelaku pasar disarankan memantau rilis data inti dan komentar kebijakan untuk mengatur eksposur risiko mereka dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.