GBP/USD Terjebak di Kisaran Menjelang BoE dan Rilis Data AS

GBP/USD Terjebak di Kisaran Menjelang BoE dan Rilis Data AS

trading sekarang

GBP/USD diperdagangkan dalam kisaran yang sempit karena kalender data ekonomi Inggris dan AS yang relatif ringan. Para pelaku pasar menanti petunjuk baru sebelum mengambil posisi besar. Saat ini pasangan berada di sekitar 1.3690 dan mencoba menahan tekanan turun selama dua hari.

Dolar AS tetap kuat mendekati level tertinggi satu minggu setelah adanya kandidat Fed Warsh untuk menjadi Ketua Fed. Kekhawatiran mengenai kebijakan moneter dan risiko fiskal memberi batasan pada kenaikan mata uang AS dan menjaga daya tarik pasangan tetap terbatas. Menurut Cetro Trading Insight, dinamika teknikal menunjukkan momentum menyempit dan peluang breakout terlihat tipis. Investor menilai bahwa pergerakan jangka pendek cenderung hati-hati.

Indeks dolar DXY juga berada di sekitar 97,58, menunjukkan potensi rebound terbatas karena faktor-faktor struktural yang membatasi upside. Secara umum, fokus pasar beralih pada arah kebijakan BoE dan bagaimana prospek inflasi mempengaruhi keputusan pelonggaran di masa depan. Laporan analisis pasar dari Cetro Trading Insight menekankan bahwa volatilitas mungkin meningkat jika data utama mengubah ekspektasi kebijakan kedua bank sentral.

Data AS terbaru menguatkan pandangan bahwa The Fed bisa menahan suku bunga lebih lama. Pasar masih memperkirakan dua pemotongan suku bunga di sisa tahun ini, meskipun jalur kebijakan tampak lebih hati-hati. Beberapa pejabat menekankan perlunya memantau inflasi secara cermat sebelum keputusan lebih lanjut.

Menurut para analis, termasuk catatan dari Cetro Trading Insight, dinamika pasar menilai dampak potensial dari penundaan kebijakan terhadap pasangan mata uang utama. Mereka menyarankan untuk memperhatikan sinyal inflasi dan tanda-tanda peregangan pasar tenaga kerja sebelum menarik kesimpulan tentang arah kebijakan. Selain itu, beberapa komentar pejabat Fed menekankan bahwa respons kebijakan harus sejalan dengan realitas ekonomi yang terus berubah.

Seorang analis lain menyatakan bahwa Fed perlu menurunkan suku bunga sekitar satu poin persentase tahun ini untuk mendukung pasar tenaga kerja. Sementara itu, Presiden Fed Richmond Thomas Barkin menekankan ekonomi AS tetap "secara luar biasa tangguh" dan mencatat bahwa pemotongan yang telah dilakukan sejauh ini telah membantu mendukung pasar tenaga kerja, sementara para pengambil kebijakan terus bekerja melalui "mil terakhir" untuk mengembalikan inflasi ke target.

Fokus Pasar pada BoE dan Prospek Kebijakan

Pada hari Kamis, pasar luas memperkirakan Bank of England akan mempertahankan suku bunga pada 3,75 persen. Tekanan inflasi yang tetap tinggi menjadi faktor utama yang mendorong keputusan tersebut. Pelaku pasar juga menilai ruang pelonggaran lebih lanjut akan bergantung pada bagaimana inflasi berkembang ke depan.

Beberapa pejabat BoE menunjukkan bahwa pelonggaran akan dilakukan secara bertahap, dengan langkah kebijakan mengikuti jalur penurunan bertahap setelah menilai prospek inflasi. Investor menantikan sinyal jelas mengenai bagaimana bank sentral Inggris melihat rencana kebijakan di tengah ketidakpastian harga dan pertumbuhan ekonomi.

Imbas kabar ini terhadap GBP diperkirakan akan tetap sensitif terhadap data inflasi, dengan pergerakan di sekitar level 1.3690 jika BoE mengisyaratkan kebijakan lebih lanjut. Katalis utama tetap data inflasi ke depan, yang akan mengarahkan langkah selanjutnya dari bank sentral dan mempengaruhi arah pasangan GBP/USD dalam beberapa minggu mendatang.

broker terbaik indonesia