GBP/USD tertekan di pembukaan pekan ini akibat eskalasi di wilayah Timur Tengah dan dukungan minyak yang lebih tinggi, yang mendorong permintaan terhadap dolar sebagai aset lindung nilai. Saat ini, harga pasangan itu berada sekitar 1.3184, turun lebih dari 0,5% dari level sebelumnya. Pasar juga mencermati bagaimana ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed mulai mereda karena risiko geopolitik dan perlambatan ekonomi global.
Jeritan kebijakan moneter menjadi bagian penting dari suasana pasar. Ketua Fed Jerome Powell mengakui adanya ketegangan pada mandat ganda, sambil menegaskan komitmen untuk menurunkan inflasi ke 2% secara berkelanjutan. Ia menilai dampak inflasi terkait tarif kemungkinan moderat dan bersifat satu kali, sehingga kebijakan tetap berada di jalur yang koheren meskipun peristiwa di Timur Tengah bisa mempengaruhi harga energi.
Di sisi Inggris, data domestik menunjukkan kerentanan ekonomi karena ketergantungan pada impor gas alam dan inflasi yang masih di atas target Bank of England. Aktivitas bisnis dan biaya input manufaktur tercatat melambat, sementara belanja ritel turun. Pasar menantikan angka Produk Domestik Bruto Q4-2025 sebagai gambaran arah pertumbuhan dengan kisaran sekitar 1%.
Dalam kerangka harian, GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1.3188 dengan bias bearish yang jelas karena harga bergerak di bawah cluster moving averages sekitar 1.35. Struktur teknikal juga menunjukkan keluarnya harga dari garis dukungan tren naik yang berasal dari 1.3035, menambah tekanan pada reli korektif di bawah level tersebut. Rintangan utama di dekat 1.3330 menandai zona sukses dengan konvergensi beberapa high swing dan garis tren menurun.
Sinyal teknikal menggarisbawahi potensi penurunan lebih lanjut jika harga tetap di bawah 1.3330 dan tidak mampu menembus kembali di atas 1.35. Penurunan ini didukung oleh sentimen dolar yang mendapat dorongan dari pernyataan The Fed yang meyakinkan terkait inflasi yang terkendali. Pasar juga memperhatikan bahwa jika tekanan turun berlanjut, target berikutnya bisa berada di sekitar 1.3100 hingga 1.3035.
Para trader disarankan mewaspadai pergerakan di sekitar 1.3100–1.3040 sebagai titik masuk potensi penjualan jika momentum turun berlanjut, dengan berhati-hati terhadap aksi rebound jika harga berhasil menembus 1.3330. Gambaran umum tetap mengisyaratkan tekanan turun lebih lanjut selama harga berada di bawah 1.3330 dan di bawah konsolidasi MA sekitar 1.35.
Rencana aksi yang disarankan untuk kalangan intraday adalah posisi jual di sekitar 1.3184 dengan stop loss di 1.3275 dan take profit di 1.3047. Rasio risiko terhadap imbalan berada sekitar 1:1,5, sesuai ekspektasi bahwa tekanan downside dapat berlanjut menuju area 1.3047–1.3035. Pelaksanaan rencana ini memerlukan monitoring ketat terhadap pernyataan kebijakan dan rilis data ekonomi yang bisa memicu volatilitas mendak.
Faktor fundamental tetap menjadi pendukung bias bearish, yaitu ketegangan geopolitik, peningkatan harga minyak, dan prospek kebijakan moneter The Fed yang cenderung menjaga dolar tetap kuat. Semua faktor ini meningkatkan peluang penurunan pada GBPUSD dalam jangka pendek jika data AS dan Inggris tidak menunjukkan perbaikan signifikan. Risiko pasar termasuk berita konfliktual yang bisa memicu pergerakan agresif ke arah mana pun.
Alternatif skenario manajemen risiko melibatkan aksi protektif seperti trailing stop jika harga bergerak lebih lanjut. Trader juga bisa mengatur ukuran posisi dan melakukan peninjauan ulang terhadap target jika pembentukan teknikal berubah. Intinya, keputusan trading harus didasarkan pada kombinasi sinyal teknikal, perkembangan geopolitik, dan rilis data ekonomi yang relevan.