GBPUSD turun sekitar 0,65% pada sesi Kamis dan ditutup di sekitar 1,3220. Pergerakan ini melanjutkan penurunan lebih dari 650 pips sejak puncak Januari di sekitar 1,3870, dengan 1,3080 sebagai level support berikutnya yang patut diamati.
Kebijakan BoE menjadi fokus: Gubernur Andrew Bailey menilai pasar sedang memperkirakan kenaikan terlalu cepat, meski pasar tetap memprediksi setidaknya dua kenaikan tahun ini.
Secara teknis, EMA 50-hari berada di sekitar 1,3400 dan EMA 200-hari di sekitar 1,3360, keduanya berfungsi sebagai penghalang teknis utama. GBPUSD kerap ditutup di bawah kedua garis tersebut, menambah tekanan downside.
Perubahan pandangan BoE telah nyata dalam beberapa minggu terakhir. Pasar beralih dari ekspektasi pemangkasan menjadi kemungkinan kenaikan sekitar dua kali setelah kekhawatiran soal pasokan energi dan lonjakan harga minyak.
BoE memperkirakan inflasi CPI bisa mencapai sekitar 3,5 persen pada kuartal ketiga 2026 karena gangguan pasokan energi, menambah risiko inflasi yang lebih persisten.
Pejabat BoE menegaskan bahwa keputusan April 30 akan menjadi penilaian ulang, bukan keputusan yang sudah pasti, sementara risiko kenaikan tetap ada tergantung dinamika harga energi dan data ekonomi.
NFP AS untuk Jumat diperkirakan meningkat sekitar 57 ribu pekerjaan, sementara pasar aksi saham AS libur Good Friday, sehingga likuiditas pada pasangan dolar-GBP bisa sangat tipis.
Angka NFP yang kuat cenderung menguatkan dolar dan mendorong GBPUSD menuju level terendah Maret, sedangkan angka yang lemah bisa memberi jeda sementara tanpa katalis bullish jelas bagi sterling.
Secara keseluruhan, jalur untuk GBPUSD tampak cenderung menurun hingga ada kejutan kebijakan besar. Level 1,3080 menjadi target uji ulang, dengan setup trading untuk posisi jual jika ada konfirmasi teknis yang cukup.