GBPJPY Menguat Didukung Kekhawatiran Fiskal Jepang dan Harapan BoE Menahan Suku Bunga

GBPJPY Menguat Didukung Kekhawatiran Fiskal Jepang dan Harapan BoE Menahan Suku Bunga

trading sekarang

GBP/JPY menanjak lebih lanjut karena yen tetap berada dalam tekanan luas, dipicu kekhawatiran atas sikap fiskal ekspansif pemerintah Jepang. Pasar juga menanti pemilihan mendadak Jepang yang dijadwalkan pada 8 Februari, yang berpotensi mengubah arah kebijakan fiskal nasional. Kondisi ini memperlihatkan bagaimana faktor fiskal domestik Jepang dapat memicu volatilitas pada pair GBPJPY.

Ketidakpastian fiskal tersebut memperkuat tekanan pada yen dan menambah kekhawatiran mengenai beban utang Jepang yang telah tinggi. Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menegaskan ia tidak akan mengomentari apakah intervensi FX telah dilakukan, sambil menyoroti koordinasi dengan otoritas AS. Pernyataan itu menambah nuansa kehati-hatian di pasar.

Di sisi lain, investor juga mempertimbangkan peluang bahwa kemenangan mayoritas Partai Demokrat Liberal dapat memperluas dukungan untuk belanja fiskal lebih besar. Sinyal potensi pelonggaran fiskal meningkatkan risiko defisit dan utang, yang pada akhirnya bisa memengaruhi kurs yen. Sementara itu, kalender data Jepang relatif tenang minggu ini, sehingga fokus beralih ke langkah kebijakan BoE dan dinamika inflasi Inggris.

BoE diperkirakan mempertahankan suku bunga pada 3,75% saat rapat Kamis mendatang, meski tekanan inflasi tetap tinggi. Indeks Harga Konsumen (IHK) utama Inggris naik menjadi 3,4% secara YoY pada Desember, memberikan dukungan bagi kebijakan yang lebih berhati-hati. Pasar menilai jalur pelonggaran akan ditentukan oleh bagaimana prospek inflasi berkembang dalam beberapa bulan ke depan.

Para pemangku kebijakan menegaskan bahwa langkah selanjutnya akan bergantung pada data harga dan pertumbuhan, sehingga pelonggaran bertahap bisa menjadi bagian dari sinyal komunikasi kebijakan. Sejumlah analis menilai bahwa potensi penurunan suku bunga masih bisa terjadi di tahun ini jika tekanan inflasi menurun secara berkelanjutan. Namun kebijakan ini akan diperhitungkan secara hati-hati agar tidak memicu tekanan pada pertumbuhan.

Perbedaan arah kebijakan antara BoE dan Bank of Japan meningkatkan dinamika bagi pasangan GBPJPY. Jika BoE tetap dovish sementara Jepang mempertahankan sikap ekspansif, pergerakan pasangan bisa berfluktuasi dalam kisaran yang lebih luas. Investor disarankan memantau bagaimana komentar pejabat BoE dan kemajuan data inflasi mempengaruhi ekspektasi pasar valuta asing.

Risiko Kebijakan Jepang dan Outlook Makro

Pemilihan mendadak Jepang yang dijadwalkan pada 8 Februari menjadi fokus utama pasar, karena hasilnya dapat memperkuat mandat fiskal yang lebih ekspansif. Ketika pelaku pasar mengantisipasi kebijakan tersebut, yen cenderung melemah lebih lanjut terhadap kurs utama. Hal ini meningkatkan volatilitas pasangan GBPJPY.

Beberapa perhatian juga tertuju pada risiko intervensi mata uang, meskipun pejabat Jepang menekankan koordinasi dengan mitra internasional untuk menjaga stabilitas. Menteri Keuangan Satsuki Katayama menyatakan ia akan merespons secara tepat jika diperlukan, dengan tetap memperhatikan risiko intervensi. Pasar menilai bahwa tindakan semacam itu bisa mengubah dinamika pergerakan mata uang dalam waktu singkat.

Secara keseluruhan, kondisi pasar menunjukkan bahwa GBPJPY dapat tetap sensitif terhadap pernyataan kebijakan dan hasil pemilu Jepang. Investor tetap disarankan mengikuti pernyataan otoritas dan pergerakan inflasi untuk menilai arah jangka pendek pasangan mata uang. Dengan ketidakpastian yang masih tinggi, skenario risiko-reward tetap relevan untuk penentuan posisi jangka menengah.

broker terbaik indonesia